DIL SE MERE... part 1
Gayatri (Rani Mukerji) memutuskan berpisah dari suaminya Dev karena
masalah yang pelik. Dia akhirnya merasa bebas setelah tak lagi menjadi seorang
istri.
Ya, selama ini dia menjadi istri yang kurang perhatian maupun kepuasan
bathin dari suaminya. Ketika para pria memandangnya sebagai wanita yang
menggairahkan dan seksi plus menarik, suaminya justru cuek dan biasa saja.
Namun pada akhirnya dia menemukan jawaban dan memilih sebuah perpisahan sebagai
jalan yang memang terbaik.
Gayatri tak lagi memakai mangal sutra namun tetap dengan sarinya yang
menawan ke kantor. Makin banyak mata nakal dan pandangan liar terhadapnya. Tapi
sebagai editor sebuah Majalah, dia santai dan tak terlalu peduli menanggapi
semuanya. Dia tetap cuek dan menikmati kehidupannya.
“ Morning maam.. ini ada tugas untuk anda dari pimpinan.” Ujar salah
satu karyawannya. Gayatri menerima surat tugas itu. Dia harus menghadiri
konferensi pers di kepolisian untuk sebuah berita penting negara.
“ Ok, thanks..” ujar Gayatri pada anak buahnya. Dia sibuk membuat
naskah untuk dijadikan pertanyaan nanti.
“ hey, jadi janda makin seksi saja.” Ujar temannya yang selama ini
selalu memandangnya diam-diam. Sekarang dia berani menyapa sang editor.
“ really.???” Goda Gayatri. Pria itu makin terpesona melihat Gayatri
seolah tak punya jawaban untuk pertanyaan singkat itu. Gayatri langsung berdiri
dan menuju meja anak buahnya yang lain dan memberikan petunjuk untuk berita
yang akan dicetak.
Setiap hari rutinitasnya seolah sama, dia menikmati meski ketika
pulang tak ada lagi pria yang biasa dia ajak bicara seperti dulu. Dia tersenyum
memandang dirinya di cermin sambil membersihkan make up.phonselnya berdering.
“ Hello..” katanya santai.
“ Besok jam 8 langsung ke kantor atau ke kepolisian?” ujar Gia yang
akan menemaninya untuk liputan.
“ Kantor, kita berangkat bersama. Semua harus siap sebelum jam 8.”
Katanya tegas. Gia menutup telepon dan Gayatri berbaring di tempat tidurnya.
Dia terlihat melamun hingga matanya tertutup pelan-pelan dan dia pergi ke alam
mimpi.
************
Gayatri bangun sangat pagi, menyiapkan sarapan sendiri, makan sendiri
lalu berangkat ke kantor. Semua anak buahnya telah menunggu untuk liputan.
“ Come on..” katanya dengan gesit mengambil naskah di mejanya lalu kembali
keluar menuju mobil dinas yang telah disiapkan.
“ Sorry terlambat..” ujar seorang pria muda dengan terengah-engah
memarkir motornya (Arjun Kapoor).
“ Siapa dia?” tanya Gayatri heran karena baru kali ini melihatnya.
“ Oh, dia fotografer baru kita yang ditugaskan dengan kita.” Jawab
Gia. Gayatri mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil duduk di depan dengan
sopir.
“ Lain kali jika bertugas denganku jangan terlambat..” ujar Gayatri
pada si anak baru.
“ Yes ma’am..” jawab Arjun dengan tersenyum. Gayatri mengangguk dan
langsung meminta sopir jalan.
Tiba di lokasi liputan mereka langsung turun dan mengambil posisi yang
masih kosong. Arjun terlihat cekatan di mata Gayatri meski dia baru. Dia pandai
mengambil posisi terbaik untuk mengambil foto. Gayatri duduk di tempat khusus
dengan Gia. Dan acara dimulai. Pertanyaan diajukan banyak wartawan, termasuk
Gayatri yang bisa dibilang senior dan dikenal oleh polisi dengan mudah
diberikan waktu untuk bertanya. Setelah puas Gayatri mencatat garis besarnya
saja, sedang Gia yang bertugas merekam dengan alat khusus.
Mereka kembali ke kantor. Gayatri langsung merebahkan diri di
kursinya. Dia terlihat lelah dan terus menarik nafas dalam.
“ Coffee???” tanya Arjun menyodorkan coffee. Gayatri membuka mata dan
memandang Arjun.
“ Thanks..” jawabnya santai. Dia seperti kapok berteman dengan anak
baru dan masih muda.
“ Aku sudah mencetak beberapa foto tadi. Ini..” kata Arjun menyerahkan
map berisi foto-foto tadi. Gayatri membuka satu persatu dan dia terkesan,
sambil beberapa kali meneguk kopi yang diberikan Arjun. Arjun tersenyum melihat
wajah Gayatri yang memang terlihat lelah tapi tidak mengurangi kecantikan dan
auranya sebagai wanita yang sudah matang.
“ Oke.. aku suka.. “ ujar Gayatri mengejutkan Arjun yang tengah
menikmati wajahnya.
“ Oke boss.. “ Arjun langsung mengambil map foto dan pergi. Gayatri
masih memegangi kepalanya karena lelah atau pusing sambil memejamkan matanya.
Dia melirik jam ternyata sudah jam sebelas malam. dia langsung
menyambar tas dan keluar dari kantor. Terlihat sopirnya tengah membetulkan
mobil. Ternyata mogok dan tak bisa jalan.
“ Panggilkan aku taksi. Ah.. kau urusi mobil biar aku cari taksi.”
Ujar Gayatri seperti galau. Dia menunggu taksi cukup lama tapi tak ada satupun.
Arjun baru pulang juga dengan motornya dan melihat Gayatri tengah menunggu
taksi.
“ Ma’am.. ada masalah?” tanyanya.
“ Mobilku mogok.. bisa carikan taksi agar kemari?” jawab Gayatri.
“ Bagaimana kalau kuantar? Ini sudah terlalu malam..” ujar Arjun
menawarkan diri. Gayatri diam dan menoleh pada sopirnya.
“ Aku akan menunggu orang bengkel, anda pergi saja.” Kata sopirnya.
Gayatri mengangguk dan menerima helm dari Arjun. Dia memandang motor seperti
bingung.
“ Duduk menyampng..” ujar Arjun tersenyum. Ya , Gayatri memakai sari,
jadi harus duduk menyamping. Dan dia akhirnya duduk berusaha senyaman mungkin.
Lalu Arjun berjalan sedikit lambat karena takut Gayatri terjatuh.
Tak ada obrolan dari mulut mereka. Gayatri lebih menikmati suasana
malam juga anginnya yang terasa menusuk kulitnya yang tak memakai jaket. Tapi
dia tetap merasakan kesejukan hingga hampir terkantuk di motor. Beruntung Arjun
mengingatkannya untuk tak tidur, karena helmnya terasa beradu dengan helm
Arjun.
Tiba di rumah Gayatri langsung masuk dan hanya berterima kasih. Dia
sangat lelah dan amat lelah...
****
Pagi menjelang, Gayatri seperti biasa berdandan, lalu berangkat ke
kantor. Sopirnya masih di bengkel karena mobilnya belum membaik.
“ Amrita... tolong cek semua artikel yang sudah aku buat.” Katanya
sambil menyerahkan lembaran kertas pada Amrita. Lalu kembali duduk dan membaca
beberapa naskah juga yang diketik anak buahnya. Setelah semua di print, dia
langsung masuk ruang rapat dan membicarakan banyak hal dengan manajemen.
“ Gayatri, kau tak menikah lagi?” tanya temannya ketika rapat usai.
Gayatri terkejut dan tersenyum sambil meneguk minumnya.
“ apa itu harus?” tanyanya sambil terus tersenyum.
“ Hmm.. memangnya kau tidak kesepian jika malam?” tanya yang lain.
Gayatri tertawa lepas.
“ Dulu meski menikah aku juga kesepian..” jawab Gayatri sambil
memandang gelasnya dengan pandangan kosong.
“ Nah, sekarang carilah yang akan akan membuat malammu menyenangkan..
tidak sulit bagimu mencari pasangan.. kau menarik. Semua mata pria tertuju
padamu. Aku rasa bukan hal sulit mendapatkan suami baru.” Ujar temannya yang
lain. Gayatri diam mengambil nafas dalam, dan tersenyum.
“ Ya, tapi yang serius dan benar-benar memahami aku? Mungkin akan sulit
ditemukan. Mereka hanya menyukai hal-hal tertentu dariku.. bukan aku secara
keseluruhan. Sudahlah.. sampai ketemu di rapat selanjutnya..” Gayatri
mengalihkan topik dan tersenyum meninggalkan ruang rapat.
“ Gayatri,..” teriak temannya dari ruang rapat.
“ Aku lupa.. nanti malam ada pesta di rumah pemilik stasiun televisi
Star, kau datang yah. Kita berangkat bersama saja..” kata temannya. Gayatri
mengangguk dan kembali duduk memandang komputernya.
Dan ketika Sore semua sudah bersiap ke pesta. Gayatri dan teman-temannya
yang selevel jabatannya pergi ke boutiq untuk membeli pakaian dan langsung ke
salon lalu berhias. Gayatri amat cantik dengan rambut diluruskan dan sari yang
tetap sensual di badannya. Mereka tertawa riang ketika memasuki kantor. Semua
mata pria melihat ke arah Gayatri dan saling berbisik mengaguminya. Tapi
Gayatri so cuek dan menikmati jadi pusat perhatian.
Tiba di tempat pesta semua terlihat menikmati acara. Para pria sedikit
nakal melihat ke arahnya, tapi Gayatri menikmatinya.
“ Gayatri..” suara tak asing di telinga Gayatri. Gayatri langsung
berdiri dan menuju koridor menghindari Dev (Randeep Hooda).
“ Gayatri.. dengerkan aku dulu.. please..” katanya sambil menarik
lengan Gayatri.
“ lepaskan aku dev.. semua sudah berakhir..” katanya.
“ Tidak.. bagimu mungkin ya.. tapi aku tidak bisa melupakanmu begitu
saja?”
“ Dev.. jangan buat aku bicara kasar padamu.” Ujar Gayatri kesal.
“ Aku tahu aku salah.. tapi.. sekarang aku sungguh-sungguh hanya
menginginkanmu..” ujar Dev.
“ Terlambat.. aku sama sekali tak akan tertipu lagi dengan wajah
gagahmu..” Gayatri tersenyum sinis.
“ Please...” Dev kembali meraih tangan Gayatri.
“ Lepas.. lepaskan..” ujar Gayatri berontak dan mengibaskan tangannya,
lalu kembali ke pesta. Dia ambil wine dan meminumnya seolah ingin melupakan
masalahnya. Temannya mengingatkan untuk tak minum banyak tapi Gayatri tak
peduli. Dia terus menikmati minumannya di tengah tatapan para pria padanya. Dia
tersenyum seolah bahagia, padahal hatinya masih terluka.
Diantara sejuta pria memandang mengagumi auranya, suaminya justru cuek
bahkan ternyata tak seperti yang dia harapkan. Dia tumpahkan masalahnya dalam
gelas demi gelas wine yg dia minum terus menerus. Sambil bercanda dengan
teman-temannya dia terus meminum minuman memabukkan itu seolah ingin
menghilangkan rasa prustasi dan kecewanya.
Jam dua malam pesta usai. Gayatri berjalan sedikit sempoyongan. Dev
langsung menghampirinya, teman-temannya tak ada yang berani ikut campur.
“ Lepaskan aku dev..” teriak Gayatri kesal.
“ Kau mabuk, aku akan antar kau pulang.. “ ujar Dev.
“ tak perlu.. dan lepaskan aku Dev.. “ Gayatri terus berusaha
melepaskan diri dari tangan Dev. Arjun yang keluar dari ruang pesta terkejut
dan tak tahu masalah mereka.
“ Hey bung , lepaskan dia..” katanya sambil menarik tangan kiri
Gayatri dan mendorong dev.
“ Kau jangan ikut campur..” ujar dev penuh amarah.
“ Aku pasti ikut campur..” kata Arjun sambil menatap tajam dev.
“ Oh.. arjun.. O ya Dev, dia kekasih baruku.. dia pasti ikut campur.
Aku akan pulang dengannya..” ujar Gayatri yang mabuk memeluk Arjun. Arjun
terkejut dan memandang wajah Gayatri yang melabuhkan kepalanya di dadanya. Dev
tak bisa berbuat apa-apa ketika Arjun memapah Gayatri ke motornya. Gayatri
menolak memakai helm dan malah terlihat aneh dan manja, tangannya dia
lingkarkan ke pinggang Arjun.
Arjun menjalankan motornya dan Gayatri memeluknya dengan erat di
pinggang dan kepalanya dia rebahkan di pundak Arjun. Dev terlihat kesal, sedang
Arjun berjalan pelan karena Gayatri tak stabil, berulang kali dia mau jatuh
karena mabuk berat. Dengan susah payah, akhirnya Arjun berhasil tiba di rumah
Gayatri. Dia langsung memapah Gayatri ke kamarnya dan merebahkannya di tempat
tidur. Dia menarik nafas karena lelah, lalu memandang Gayatri yang sarinya
sedikit terbuka. Arjun menarik nafas dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Tapi dia menoleh lagi, dia akui, Gayatri memang sangat menarik dan sensual.
Auranya benar-benar terpancar dan membuat Arjun berkeringat dingin. Arjun
segera berniat meninggalkan kamar Gayatri.
“ arjun...” suara Gayatri terdengar seperti mengigau. Arjun kembali
dan mendekatinya.
“ Apa yang harus aku bantu?” tanya Arjun berulang kali mengendalikan
dirinya melihat gayatri yang matanya terpejam.
“ Temani aku malam ini...” ujar Gayatri membuka matanya dan terlihat
menggoda. Arjun hampir tak percaya mendengarnya.
“ ma..ma..ma...maksud..maksudmu??” Arjun mendadak seperti sesak nafas.
Gayatri menarik tangan pria muda itu hingga mendekati dirinya. Dia mengelus
leher Arjun dan tersenyum nakal. Dia seperti depresi karena merasa kesepian dan
tak pernah mendapat kepuasan, apalagi dalam kondisi mabuk berat.
Sebagai pria Arjun mencoba tak terpancing, tapi sekuat apapun
pertahanan iman dia, akhirnya goyah..... wajahnya mulai mendekat dan melihat
bibir gayatri dia sendiri bak kehausan... mereka pergi ke alam yang tak
seharusnya terjadi.....
********************
Alarm berbunyi. Gayatri menggeliat dan mematikan alarmnya lalu bangun.
Dia terkejut menoleh ke samping dan Arjun masih pulas di sampingnya. Dia makin
terkejut dan segera menutup tubuhnya dengan selimut.
“ Arjun? Apa yang kau lakukan?” Gayatri panik. Hingga membuat Arjun
terbangun dan menatap Gayatri yang wajahnya penuh ketakutan dan panik.
“ maksudmu? Kau.. kau yang memintaku semalam..” Arjun jadi gugup.
“ Apa? Kau gila... aku semalam...hanya mabuk..” Gayatri emosi dan
terlihat panik.
“ No. Gayatri.. kau yang memintaku.. kau menarikku hingga aku.. aku
tak kuasa melihatmu..” ujar Arjun ikut panik. Gayatri mengusap wajahnya dan
memegang kepalanya karena tak menyangka dengan apa yang terjadi. Dia langsung
menarik selimutnya kembali dan menoleh pada Arjun. Semalam dia mabuk dan
depresi ketika bertemu Dev, dia merasa telah dihianati dan menginginkan
sentuhan lain yang tak pernah dia dapat dari Dev selama ini. Hingga tanpa sadar
dia tumpahkan itu pada Arjun, dan dia memang merasa puas bersama Arjun.
“ Oke.. jangan sampai ada yang tahu semua ini..” katanya dengan nafas
cepat dan panik. Arjun tertunduk dan turun dari tempat tidur.
“ Anggap ini tak pernah terjadi..” Gayatri langsung berjalan ke kamar
mandi. Sedang Arjun mamakai jaketnya dan berjalan keluar kamar, lalu keluar
rumah dan menaiki motornya. Dia langsung pergi dengan perasaan tak karuan.
Gayatri menyiram tubuhnya di shower sambil memejamkan mata.
“ Apa yang aku lakukan?? Kenapa aku membiarkan Arjun melakukannya
padaku..” bisiknya sambil memandang dirinya di cermin dengan air terus
mengguyurnya. Arjun sendiri kembali ke rumah bagai orang linglung. Orang tuanya
bingung melihat tingkah putranya yang semalam tak pulang.
“ Kau baik-baik saja? Semalam Kavita mencarimu. Kau kemana?’ tanya
ayahnya. Arjun gelagapan dan bilang ada pekerjaan di kantor hingga tak pulang.
“ Cepat hubungi kavita.. dia panik mencarimu.” Ujar ibunya. Arjun
malah tak berani menghubungi kekasihnya itu.
Dalam benaknya hanya terlintas malam pertamanya dengan Gayatri. Dia
malah mengurung diri di kamar dengan alasan lelah semalam tak tidur karena
lembur.
*****
“ Good morning maam..” ujar security pada Gayatri.
“ Morning.. “ jawabnya dengan gaya khasnya dan langsung menuju
mejanya.
“ Morning seksi..” ujar Prem, pria yang selalu memperhatikannya.
Gayatri tersenyum seperti biasa membuat Prem makin berharap.
“ Malam ini ada acara?” tanya Prem. Gayatri menggigit pulpen dan memandang
Prem. Mereka berpandangan dan Arjun datang.
“ Gayatri...” Arjun membuat Gayatri sedikit berkeringat di tengah AC
yang dingin.
“ Aku.. aku akan print foto-foto kemarin..” ujar Arjun seperti
kebingungan. Gayatri hanya mengangguk.
“ Bisa tinggalkan kami Arjun?” ujar Prem. Arjun mengangguk dan
langsung menuju tempat kerjanya di ruang lain. Dia terlihat cemburu dan kesal
pada Prem.
Gayatri tak bisa konsen bekerja. Dia terus terganggu jika mellihat
Arjun melintas atau berbicara dengan orang. Arjun sendiri seolah ingin show up,
terus menerus sengaja agar gayatri melihatnya.
Gayatri masuk ke ruang meeting, disana semua atasan di redaksi itu
berkumpul. Gayatri tak biasanya diam saja dan lebih banyak mencoret-coret
kertas. Meeting dimulai Gayatri memberikan penjelasan untuk proyek dan
manajemen yang baru. Dia terlihat dinamis meski hatinya sedang rapuh.
Di sisi lain, Arjun bagai kacau. Beberapa kali jepretannya tak sebaik
biasanya. Dia sedang bertugas di lapangan.
“ hey bro, kau baik-baik saja?” ujar temannya. Arjun tersenyum
mengangguk.
“ Ada masalah dengan kekasih?” tanya temannya lagi. arjun menggeleng
dan dia menarik nafas, dia memilih tiduran di rumput taman dan menenangkan
pikiran. Lagi-lagi wajah dan senyuman gayatri yang melintas.
“ Shit!!” arjun kesal dan membanting tinjunya ke tanah, lalu mengusap
wajahnya. Dia kembali ke kantor dan mencari Gayatri. Amrita bilang Gayatri
tengah meeting dengan tim redaksi dan manajemen perusahaan. Arjun terlihat
gelisah dan terus menunggu Gayatri di mejanya dengan membolak balik majalah
yang ada. Tak lama terdengar suara tawa renyah Gayatri keluar dari ruang
meeting.
“ Gayatri.. kita harus bicara.. “ ujar Arjun mengejutkan Gayatri.
“ Tunggu sebentar..” ujar Gayatri pada temannya. Arjun menariknya ke
balkon kantor yang tak terdengar siapapun. Arjun terlihat gelisah.
“ Aku...aku tidak bisa melupakan kejadian itu.. “ ujar Arjun.
“ Tapi kau harus melupakannya..” jawab Gayatri.
“ Tidak.. aku tidak bisa...aku benar-benar ...ingin memilikimu...
mengulangnya bersamamu..”
“ Apa? Jangan gila...” Gayatri berusaha mengendalikan dirinya. Arjun
terdiam bingung. Gayatri melihat ke arah banyak orang di ruangan.
“ Itu adalah kecelakaan.. jadi lupakan....” dia hendak kembali ke
ruangan tapi arjun menarik lengannya.
“ Haruskah aku katakan kau harus bertanggung jawab terhadapku?” Arjun
terlihat berharap. Gayatri terlihat mengernyitkan alis karena heran dan merasa
konyol. Dia mengibaskan tangannya dan masuk ke ruang kantor meninggalkan Arjun
yang terus galau.
****
Arjun menikmati malam minggu dengan Kavita kekasihnya. Tapi amat
berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Kavita (Parineeti chopra) merasa
kekasihnya berubah total. Arjun lebih banyak diam dan tak ada kata romantis
keluar dari bibirnya seperti dulu. Dia malah asik memainkan phonselnya dan
memandang foto Gayatri yang dia ambil diam-diam. Malam minggu merekapun dilalui
dengan tidak menyenangkan. Bahkan jam delapan Arjun sudah mengantar Kavita
pulang ke rumahnya. Arjun malah ke rumah Gayatri dan mematung tak jauh dari
rumah itu. Terlihat gayatri di balkon tengah menikmati secangkir teh. Tapi
Arjun tak berani menemuinya. Dia malah pulang dan terus membayangkan malam indahnya
bersama wanita yang telah membuatnya gelisah sepanjang waktu.
Gayatri terus menghindari Arjun, andai bertemu pun dia bisa tampak
biasa saja. Tidak dengan Arjun yang selalu gelisah dan gugup seolah ingin
kembali merasakan keindahan itu. Bahkan ketika menemani Gayatri bertugas
mewawancari pejabat, Arjun seperti kehilangan konsentrasi.
“ Dengar, jika kau begini terus kau akan kehilangan pekerjaanmu.”
Gayatri emosi ketika break wawancara. Arjun tertunduk lesu, sedang Gayatri
kembali menemui pejabat tadi dan melanjutkan wawancara.
Gayatri kembali ke kantor dan teman-temannya tengah makan siang dengan
mie instan. Dia terlihat mengendus dan ingin muntah.
“ Makan apa kalian? Bau sekali..” ujar Gayatri sambil menutup
hidungnya. Teman-temannya memperlihatkan mie instan dan Gayatri langsung mual
ingin ke kamar mandi. Dia muntah berulang-ulang. Awalnya dia biasa saja tapi
lama-lama dia heran kenapa dia jadi tak tahan dengan bau tertentu. Dia mulai
panik dan pulang dari kantor menuju apotik. Tiba di rumah dia langsung ke kamar
mandi dan melakukan tes. Matanya tak berkedip memandang garis dua yang berjalan
penuh.
“ OMG... “ Gayatri panik dan mengatur nafasnya sebaik mungkin.
“ Aku hamil???” katanya dengan gemetar. Dia merebahkan diri di dinding
dan membayangkan Arjun.
Bersambung.....

Comments
Post a Comment