Kaktus Berduri dan Purnama Kesepian



Tiap hari dilalui Tara ( Rani Mukherjee ) dengan kesibukan. Karena kesibukannya dia memang jarang sekali bergaul dengan pria. Sepertinya dia tak punya waktu untuk pacaran. Ya, target tertinggi dia adalah menjadi menejer pemasaran di kantornya. Tetapi bukan berarti Tara tidak laku, beberapa kali dia sempat dekat dengan seorang pria, tapi bukan karena cinta, melainkan hanya untuk menutup mulut teman-teman yang sering mengejeknya.

Tapi hari ini dia mulai tersenyum-senyum sendiri. Sejak pertemuannya dengan karyawan baru bernama Shidart ( Shahid Kapoor ). Dia memang manis dan selalu memuji Tara dan mengisyaratkan cinta padanya. Tara mulai merasakan aroma wangi cinta di sekelilingnya, hingga apapun yang dia lewati bak bunga merekah bersemi.

“ Tara….jadi kau serius dengan si anak baru?” tanya Kiran ( Vidya Balan ) sahabatnya.
“ Gossip apa lagi sih ini? Dengar, aku hanya membimbing dia, itu saja.” Tara mengelak mentah-mentah meski harus bohong.
“ Baguslah…” ujar Kiran. Tara memandang sahabatnya.
“ Maksud baguslah?” Tara heran.
“ Dia…dia itu sering kulihat bersama wanita ini dekat, wanita itu dekat. Sekarang Jasmine si seksi incarannya.” Jawab Kiran. Tara tersenyum tak percaya. Sidhart memang sering dirayu gadis-gadis, tapi dia selalu memprioritaskan Tara.

“ Aku akan percaya jika melihat sendiri.” Tara tertawa sinis.
“ Ok..lihatlah…” Kiran menarik Tara ke jendela. Benar saja, Shidart dan Jasmine ada di balkon lantai yang sama, bebarapa ruangan dari ruangan Tara. Mereka seperti sembunyi-sembunyi tiap kali bertemu.

Sikap Tara berubah 180derajat pada Shidart. Dia merasa kecewa dengan sikap Shidart yang berpura-pura mencintainya demi kemulusan tugasnya disana. Sidhart hanya memanfaatkan kepandaian dan kedekatan Tara dengan para petinggi perusahaan.Tara kembali seperti dulu, gila kerja dan melupakan cinta.

“ Tara…punya akun facebook?” tanya Geeta yang juga temannya.
“ Tidak, tak ada waktu.” Ujar Tara.
“ Buat yuk, kita seru-seruan saja. Siapa tahu ketemu pangeran berkuda putih.” Canda Kiran.
“ Pangeran bertangan keyboard iya…” balas Tara.

Tapi diam-diam Tara tertarik juga. Dibukanya computer kantor dan mulai membuat akun facebook. Nama akunnya adalah KAKTUS BERDURI. Orang yang pertama dia ajak berteman adalah Kiran yang menggunakan nama Cute_Kiran.

“ Tara, tadi yang add aku, kamu ya?” Kiran lari mengejar Tara ketika pulang kerja.
“ Hahaha…” Tara malah tertawa geli.
“ Dasar konyol, bagiaman akan ada pangeran tertarik jika namamu saja seram…KAKTUS BERDURI…” Kiran melotot menghadang Tara.
“ Sssst…nanti kalau ada teman yang tahu, aku malas berteman dengan orang-orang yang tiap hari kulihat dan juga bicara tak penting padaku. Kecuali kau….lumayanlah untuk koleksi pertamaku.” Tara tersenyum sambil menggandeng Kiran yang mengacungkan jempol.

Sesoknya Tara melanjutkan pekerjaan sambil terus membuka facebook. Beberapa orang mulai mengajaknya berteman. Miss perfect Tara seperti biasa pemilih. Beberapa dia tolak, dan yang menarik perhatiannya adalah PURNAMA KESEPIAN.

On chat:
PK: thx for confirm..
KB: ok..
PK: cute name…kaktus berduri..pasti kamu gadis yang sangat disegani. Indah tapi tak mudah disentuh.
KB: kau laki2? Dari bahasamu seperti seorang perayu
PK: ya, aku laki2 yang selalu sendiri. Seperti purnama yang kesepian di malam hari
KB: oh… aku sibuk. See you
Tanpa menunggu balasan dari si purnama kesepian Tara langsung log out.

Esoknya seperti biasa si purnama kesepian mengajak Tara chating. Dia juga mentag puisi-puisi cinta yang romantis. Lama-lama Tara jadi kagum dengan si purnama kesepian yang memang tidak merayunya. Banyak wanita yang mengidolakan dia dilihat dari komentar-komentar untuk puisinya. Tara mencoba memberikan jempol saja.

Tara makin keranjingan facebookan dan berkomunikasi dengan si purnama kesepian. Mereka mulai akrab dan berjanji akan saling memberikan foto. Tara sengaja merasahasiakan semua ini dari Kiran, karena pasti dia heboh tak karuan.
Sebuah pesan masuk ke inbox dengan judul foto. Tara membukanya dan….wajah seorang pria tampan ada disana. Wajahnya sedikit bule dan sangat macho ( Neil Nitin Mukesh ). Tara tersenyum, akhirnya dia menemukan pria yang bisa dia banggakan pada teman-temannya yang suka mengejeknya tak laku atau tak bisa menggaet pria tampan.

Tara mengirimkan foto terburuknya yaitu ketika dia mengetes kamera phonsel barunya.
Chat board:
PK: haha…tetap cantik meski kau ingin memperlihatkan kau buruk kan?
KB: sebenarnya aku malu..
PK: aku ada puisi untukmu…nanti ku tag.
KB: ok..

Tak lama pesan tag note dari si purnama kesepian muncul dengan judul Kaktus Berduri di Padang Pasir.
Berjalan ku sendiri di padang gersang
Kubenci dunia yang gersang ini
Maka selalu kusinari duni ini dengan keredupan cahayaku
Ya …Aku hanya purnama kesepian di padang gersang
Tapi kini kumulai terang benderang, ketika kulihat bunga asing nan suci tak mudah tersentuh
Dialah sang kaktus berduri di padang pasir..
Terima kasih Tuhan…kau kabulkan doaku
Meski kami kini hanya saling berucap dengan udara sebagai perantara..
Dan hanya mata saling memandang dalam kebisuan…
Tapi aku yakin…ini adalah petunjuk cinta untukku dariMu

Tara tersenyum bahagia. Beberapa komentar muncul dengan berharap jadi si kaktus berduri. Tara mengirim pesan pada purnama kesepian.
# terima kasih …. Aku tersanjung..#
Dan purnama kesepian membalas
# panggil aku Nikhil…itu namaku. Namamu?#
# Tara Sharma..# Tara jadi berseri-seri. Kini dia tak ragu lagi menceritakan Nikhil pada Kiran yang seperti biasa heboh tak karuan hingga teman-temannya yang lain tahu.

Cinta dunia maya ini sudah berjalan satu bulan. Tara terang-terangan ingin bertemu untuk kejelasan hubungan. Nikhil seperti ragu ketika Tara mengajaknya bertemu sore ini di taman kota. Namun akhirnya dia menerima dengan mengatakan “ kuharap kau mencintaiku apa adanya.”
###
Tara duduk di taman dengan harap-harap cemas. Dia bayangkan Nikhil datang dengan bunga di tangan berjalan dan memujanya. Tapi sudah setengah jam Nikhil tak muncul. Tara berdiri hendak pulang karena kesal, tiba-tiba sebuah sedan putih berhenti di kejauhan dan sopir turun mengeluarkan kursi roda. Tak lama seorang pria tinggi gagah keluar dan dipapah duduk ke kursi roda. Pria itu adalah Nikhil.

“ Hai….” Nikhil tersenyum manis. Tara malah melongo tak percaya dengan apa yang dia lihat. Wajah Nikhil berubah sendu dan sudah merasakan apa yang mungkin diutarakan Tara.
“ Hai..Nikhil.. kau..”
“ Aku memang hanya bisa menemuimu dengan kursi roda ini. Dan semua puisiku kutulis dengan duduk di kursi ini.” Nikhil berusaha tenang, meski dia melihat kekecewaan di wajah gadis pujaannya.
“ maafkan aku Nikhil sebenarnya….” Tara sedikit ragu bicara yang sesungguhnya.
“ Aku tahu…kau menyesal menerima pria cacat sepertiku. Kau mungkin wanita ke 102 Tara.” Nikhil tersenyum pahit. Bathin Tara jadi tak karuan, di satu sisi dia memang terlanjur menyukai Nikhil, di sisi lain dia merasa malu andai teman-temannya tahu kondisi Nikhil.

“ Jujur saja, aku menerimamu karena penampilan fisik dan puisimu di facebook. Itu karena aku ingin pamer pada teman-temanku bahwa aku bisa mendapatkan pria sempurna dalam hidupku. Aku selalu jadi ejekan mereka karena sikap dinginku pada pria. Maaf Nikhil…aku tak bermaksud menyakitimu.” Tara langsung lari dari tempat itu, meninggalkan Nikhil yang terdiam dengan senyuman kecil di mulutnya.

Esoknya di kantor semua orang menanyakan perihal Nikhil. Kiran telah menyebarkan semuanya pada teman-temannya. Tujuannya baik, ingin membantu Tara membuktikan pada orang bahwa Tara bisa dapat pria sempurna seperti idamannya selama ini.
Tara menarik Kiran yang terus bertanya soal Nikhil. Tara mengunci ruangannya dan duduk cemberut.
“ Benar kata orang tua, jangan pemilih…nanti dapat yang lebih… Maksudnya lebih adalah…..” Tara menggeleng-gelengkan kepala.
“ Maksudnya????????” Kiran makin penasaran. Tara menceritakan semuanya dan Kiran melotot kaget. Kiran menatap Tara yang kembali murung.
“ Sadis kau sobat. Kau campakkan dia begitu saja?” Kiran mengangkat wajah Tara.
“ Hari ini kau over sekali sih… Pasti punya pacar baru.” Tara melepaskan paksa tangan Kiran.
“ Aku hanya heran kau bisa sekejam ini Tara. Minta maaf padanya…cepat.” Kiran sewot bukan main. Tara sendiri menyadari keegoisan dan kekejamannya meninggalkan Nikhil dengan kalimat yang menyakitkan. Tapi dia tak punya pilihan lain dan tak ingin membohongi Nikhil.

Tara mulai membuka lagi facebook. Namun tak ada lagi sapaan di chat board dari purnama kesepian. Tak lagi tag puisi indah darinya. Semuanya terlihat hampa dengan status-status aneh teman-temannya. Tara mengirimkan pesan permintaan maaf. Namun tak satupun dibalas. Tapi Tara tidak menyerah, apalagi Kiran menakut-nakutinya mungkin Nikhil frustasi dengan penolakan ke 102 hingga bunuh diri. Namun sampai 101 permintaan maaf dari Tara, Nikhil tetap tak membalas apalagi muncul.

Tara mengirim pesan ke 102 nya.: Nikhil..maafkan aku. Kuharap kau baik-baik saja. Sebenarnya, aku merasa kesepian tanpamu. Kini aku juga jadi sang purnama kesepian, yang merindukan cinta darimu. Baiklah aku tak akan jual mahal lagi…aku jatuh cinta sungguhan padamu. Please….muncullah….aku akan menerimamu apa adanya….Tara

Esoknya ketika membuka facebook, tetap tak ada balasan dari Nikhil. Kiran semakin yakin Nikhil bunuh diri.
“ Ya Tuhan..semoga arwahnya tenang disisimu, tidak mengganggu sahabatku…” celoteh Kiran yang dibalas jambakan rambut oleh Tara.
***

“ Tara, masih disini? Di aula sudah mau mulai acaranya.” Teriak temannya yang lain. Ya, hari ini ulang tahun perusahaan. Dengan berlemas-lemasan Tara dan Kiran berjalan bergandengan ke aula. Tara menjatuhkan kepalanya di pundak sahabatnya selama berjalan menuju aula.

“ Sudah….ceria lagi dong. Aku yakin kau dapat penghargaan karyawan teladan lagi. Dan jabatanmu akan langsung jadi menejer.” Kiran mencoba menghibur Tara hanya tersenyum manis. Acara dimulai dengan sambutan dari direktur sampai hal-hal yang tak menarik untuk diikuti. Puncaknya sedikit mendebarkan ketika akan diumumkan karyawan teladan, dan disusul dengan pengumuman rotasi jabatan ataupun kenaikan jabatan para karywan.

“ Ok…untuk karyawan teladan tahun ini…hmmm.selalu Tara Sharma…” ujar MC. Tara tersenyum diiringi tepuk tangan semua yang hadir disana. Tara naik ke panggung, dan MC meminta CEO yang baru saja datang dari London menyerahkan hadiah untuk peraih karyawan teladan ke 10 kalinya ( maaf sedikit berlebihan memang cerita ini hehehe…)
“ Mr. Nihil Arora…silahkan memberikan hadiah terspesial untuk Tara Sharma.” Ujar MC. Mata Tara melotot bak hendak keluar ketika CEO itu berdiri dan berjalan ke arahnya membawa sebuah medali dari emas. Ya, dia adalah Nikhil si purnama kesepian. Dia berjalan, bahkan dengan wajah gagah dan tampannya dia memberi salam pada semua yang hadir ketika naik ke panggung.

“ Selamat Tara….” Nikhil mengalungkan medali. Namun hati Tara justru sakit dan tak karuan, jantungnya berdegup kencang dan tubuh seakan gemetar ( kalian coba bayangkan n rasakan ada di posisi Tara ckckckck..). Tara diminta memberikan sambutan oleh MC.
“ Terima kasih..” hanya itu yang keluar dari bibirnya yang terlihat bergetar karena tegang. Tara langsung turun dan airmatanya menetes. Kiran heran bukan main, dan terus bertanya tanpa henti.
“ Bisakah kau diam!!” teriak Tara membuat semua orang yang dekat dengan kursinya menoleh padanya. Kiran diam dan hanya menggenggam erat tangan Tara.
“ Dia menipuku! Dia mengerjaiku! Nikhil …dia CEO, dia juga…si purnama kesepian.” Bisik Tara. Kiran hampir menyemburkan minumnya. Dia memandang Tara yang terus berusaha tenang karena sebelum acara selesai tak satupun boleh keluar ruangan.
“ Habislah kau….jabatan menejer tak kan kau dapatkan… karena kau menolak dia.” Kiran malah semakin menakut-nakuti Tara yang menangis dengan wajah cemberut sambil memeluk Kiran.

Tiba pengumuman rotasi dan kenaikan jabatan. Semua terus bersahutan bertepuk tangan setiap kali CEO mengumumkan jabatan tiap orang.
“ selanjutnya…Tn. Anil Mathur…sebagai menejer pemasaran.” Kiran dan Tara berpandangan. Pupus sudah harapan Tara menjadi menejer pemasaran.
“ dan….Nona Tara Sharma akan diangkat sebagai….. ( Tara dan Kiran juga yang lain penasaran karena CEO terlihat lama untuk menyebutkan jabatan ).…sebagai istriku…”
Semua diam, keadaan hening dan hanya saling pandang. Tara melongo tak percaya, sedang Kiran melotot bahagia.

“ Hey, kenapa diam…standing applause..” teriak Kiran sambil lebih dulu berdiri dan bertepuk tangan diikuti yang lain. Nikhil menghampiri Tara dan tersenyum manis.
“ Maaf Tara, aku sudah jahat padamu. Sebenarnya aku sudah tertarik padamu sejak melihat kau jadi karyawan teladan tahun lalu. Ketika itu ayahku masih menjadi CEO. Lalu aku mencari tahu tentang dirimu, dan didapatlah dari mata-mataku nama facebookmu.” Nikhil tersenyum malu. Tara hanya menunduk karena perasaannya sungguh tak karuan, bahagia, haru , malu semua jadi satu.

“ Aku berpura-pura cacat karena ingin kau mencintaiku apa adanya. Dan 102 pesanmu membuktikan tulusnya hatimu. Sekarang…terimalah aku apa adanya juga, dengan keadaan sekarang….” Nikhil mengulurkan tangan.
“ Ayolah terima, jabatanmu langsung nyonya CEO bukan menejer lagi…” canda Kiran. Tara tersenyum dan mengangguk, lalu memeluk Kiran yang ikut bahagia malam itu.
Merekapun menikah dan hidup bahagia.

Hehehe…maaf ceritanya datar, biasa n standar. Ringan pula tak ada hal menariknya mungkin. Kalau jadi film pasti FLOP ckckckck… habis mau panjang2 ga kuat ngetik. Terima kasih dan The end….

Comments

  1. suka kow mb, wlpun cerita'y rada cpet kelar aleas pendek :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, ini cuma cerpen aja hehehe thc dah baca.. :D

      Delete
    2. Siiiiiiiiip mb *semangat nulis'y yah :)

      Delete
  2. Kl ak malah sukak mbak.
    Co cwettt..
    Ak bs merasakan ap yg di alami tara.. Deg deg ser..
    Mnrt ak uda BO bgt deh mbak, cetar membahana dunia halilintar badai topan katrina, hehheeh :D

    ReplyDelete
  3. So sweet teh, ringan enak d baca,hehehe.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tentang Majarani

Aku bukan mandul, tapi ada yang memasang IUD tanpa sepengetahuanku!