SEDIKIT LAGI CINTA part 1

Mumbai, kota paling sibuk dan mengisahkan banyak cerita bagi tiap orangnya. Hiruk pikuk dunia showbiz dan juga keglamouran ditawarkan disana. Tapi tunggu, ini bukan kisah artis. Ini kisah seorang customer care sebuah jaringan telekomunikasi. Namanya Rhea (Rani Mukerji).
Dia gadis manis, ya tepatnya sudah cukup pantas untuk menikah. Usianya menginjak 30th, tapi masih betah sendiri. Yakin betah sendiri? Tidak... dia mencintai seorang artis film. Hohoho... tinggi sekali cintanya. Tapi dia begitu yakin, bahwa suatu hari akan dipertemukan dengan cintanya itu....

Namanya Nikhil (Saif Ali Khan), aktor ganteng yang cukup populer. Ya, tida paling populer saat ini, karena dia sekarang pun lebih banyak jadi produser film. Dia tampan, mapan dan tentu digilai gadis-gadis. Itu pasti. Dan dialah pria idaman Rhea.

Kara (Parineeti Chopra) selalu mengejek impian teman beda umurnya itu. Ya mereka satu pekerjaan, walau jauh lebih muda, tapi Kara sangat dekat dan merupakan sahabat Rhea. Mereka bergaul layaknya gadis seumuran. Ntah Rhea yang berjiwa muda, atau Kara yang menjadi sedikit tua..ntahlah...

“ Oke, jadi menurut feelingmu yang kuat itu, dimana kau akan bertemu Nikhil?” tanya Kara ketika mereka bertugas malam. rhea menoleh dan tersenyum manis.
“ Tenang ... aku selalu berdoa dia akan menelepon dengan alasan nomornya rusak, lalu aku akan berbicara dengannya.” Jawab Rhea.
“ Hanya bicara tidak bertemu madam..”
“ I know, tapi hatiku berkata..sebuah insiden akan mempertemukan kami..”
“ Semoga....” Kara melihat lampu telepon Rhea menyala.

“ Customer care, dengan Rhea ada yang bisa dibantu?” ujar Rhea dengan suara yang indah.
“ Ya, kenapa jaringannya tiba-tiba hilang ? aku sedang di Goa.” Ujar pria itu. Rhea menanyakan nomor si penelepon.
“ atas nama Nikhil Danjraj? OMG...” Rhea terpekik.
“ Ya, kenapa?” tanya pria itu.
“ Maaf..apa anda.. Nikhil Danraj ..mmmmm maksudku...artis?” Rhea berdegup kencang.
“ Yup...” jawabnya singkat. Rhea hampir pingsan dan matanya melotot bagai mau loncat. Kara terus menyenggolnya agar dia kembali konsentrasi. Tapi Rhea benar-benar terkesima dan malah diam gagu. Akhirnya Kara mengambil alih obrolan, dan memberitahukan masalahnya.
*****

“ Karaaaaaaaaaaaaaaa...” teriak Rhea.
“ Aku tahu, kali ini feelingmu kembali benar. Tinggal pertemuanmu.” Ujar Kara datar seolah menyerah untuk menghina lagi temannya. Rhea kegirangan, bahkan dia terus memandang nomor phonsel Nikhil.
“ Haruskah aku meneleponnya?” tanya Rhea tampak bodoh.
“ Telepon saja, dan ajak makan malam.” jawab Kara datar.
“ Baiklah...”
“ Bodoh!! Kau pikir semudah itu? Ayolah jangan konyol..” Kara kesal karena Rhea benar-benar tampak bodoh. Ya, mana mungkin Nikhil mau begitu saja. Siapa dia? Kenalan bukan apalagi pacar.
“ Cukup keberuntunganmu dapat nomornya, simpan dan nantikan saja moment tepat untuk bisa menghubunginya. Misal jika ada jumpa fans, mintalah kau secara khusus.” Papar Kara dengan gaya so tua. Rhea yang sungguhan lebih tua hanya manggut-manggut.

“ Hey, besok ada pertandingan kriket Mumbai warrior. Aiiiisss aku ingin melihat aksi my Veer...” teriak Kara. Rhea langsung buang muka dan lurus ke depan. Dia paling tidak suka dengan pertandingan kriket. Tidak mengerti cara bermainnya dan teramat lama proses permainannya. Kara yang kesal karena Rhea hanya mau didengar saja terus bicara sambil menceritakan siapa itu Veer.

Yap! Veer Nanda (Salman Khan) adalah seorang pemain kriket ternama India. Dia sangat terkenal luar biasa hebat. Larinya cepat, pukulannya sangat bagus dan lemparannya benar-benar mematikan lawan. Dia juga pemain utama timnas India dan sang kapten. Dan sudah pasti ketampanannya membuat dia memiliki fans sangat banyak dari kalangan wanita.

*****
Rhea dan Kara selalu menghabiskan waktu bersama. Dan kali ini Kara berulang tahun. Rhea bersedia memberikan kado spesial apapun keinginan Kara selagi dia mampu. Tentu tak mungkin Kara meminta rumah atau mobil bahkan berlian. Kara pun berfikir keras.
“ Oke, karena aku melewatkan pertandingan minggu lalu Mumbai Warrior. Sekarang kau harus mentraktir dan menemani aku nonton di stadion langsung.” Kara tersenyum.
“ What????” Rhea langsung melotot. Dia benar-benar keberatan karena itu pasti sangat lama pertandingannya dan dia akan sangat jenuh. Tapi Kara mengingatkan akan janjinya untuk memberi hadiah. Dengan perasaan kesal, merekapun akhirnya pergi menonton pertandingan kriket.

Rhea benar-benar tak menikmati pertandingan. Dia tak mengerti untuk apa orang harus memukul bola, lalu lari dan kembali ke tempat semula. Lari berputar, teriak, dan ah...benar-benar tak masuk akal baginya. Lebih baik menonton film Nikhil di rumah sepuasnya. Dia bisa menghabiskan waktu berjam-jam menonton film-film aktor favoritnya. Dia terus saja memainkan iPhone nya dan asik bermain game, atau menonton klip lagu-lagu dari film Nikhil. Sedang Kara terus ngoceh memuji dan memuja Veer di lapangan.

Neraka berakhir, alias pertandingan berakhir. Rhea menarik nafas dan berdiri.
“ Tunggu, Veer selalu menandatangani bola dan memukulnya untuk fansnya. Aku berharap mendapatkan itu di hari ulang tahunku.” Kara pun berdiri dan mengepalkan tangannya berdoa. Rhea menarik nafas jenuh dan berbalik. Sementara Veer di lapangan bersiap memukul bolanya dan Kara harap-harap cemas.
“ Rhea..tunggu!!!” teriak Kara. Rhea berbalik dan ....buuuuuuuuukkkkk!!!!!!!!!!!!! bola pukulan Veer menghantam matanya. Seketika dia menjerit dan memegangi matanya dan pingsan. Kara panik bukan main begitu juga Veer di lapangan karena melihat orang berkerumun di sekitar bola yang dia lempar. Kara masih sempat mengantongi bola dari idolanya sambil terus menggoyang-goyangkan tubuh Rhea. Tim medis stadion langsung membawanya ke ruang P3K.

Kara dan tim medis cemas melihat Rhea belum juga bergerak. Matanya memar keunguan.
“ Apa dia baik-baik saja?” tanya Veer yang masuk ke ruangan itu.
“ Veer....” kara langsung meleleh dan terpesona.
“ Hi Veer.. masih lama?” tanya Nikhil masuk ke ruangan itu. Ya, mereka adalah sahabat dari jaman SMA hingga kuliah. Kara langsung berteriak...
“ Rhea..Nikhil ada disini..!!!”
Dan seketika Rhea bangkit membuka mata, tapi... awwwww..matanya kesakitan. Dia meringis dan meraung memegangi mata kanannya yang lumayan serius.
“ Kau baik-baik saja?” tanya Nikhil yang sadar Rhea adalah fansnya. Rhea membuka mata kirinya dan menatap Nikhil dengan manja sambil menggeleng.
“ Mataku sakit...” ujarnya dengan manja. Nikhil tersenyum dan mengelus mata kanan Rhea hingga dia memberanikan diri membuka matanya. Rhea memandang Nikhil dengan wajah polos tapi tampak konyol dengan lingkar ungu di matanya persis panda. Nikhil terus menenangkan dan meyakinkannya bahwa akan baik-baik saja. Sedang Veer berdiri tersenyum di belakang Nikhil.

BERSAMBUNG

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Majarani

Aku bukan mandul, tapi ada yang memasang IUD tanpa sepengetahuanku!