SEDIKIT LAGI CINTA.. part 2



*******

“ Oke, sebagai permintaan maafku... kalian berdua boleh mengikuti semua kegiatanku dalam seminggu.” Ujar Veer ketika mengantar para gadis pulang.
“ Yeeeaaayyyyy....” teriak Kara. Sedang Rhea biasa saja dan masih sibuk memijat-mijat sekitar matanya yang bengkak.
“ Kau baik-baik saja?” tanya Veer heran melihat ekspresi datar Rhea. Dia hanya mengangguk dan tersenyum kecut.
“ Dia itu tidak suka kriket. Dia hanya suka Nikhil.” Ujar Kara sambil asik memotret Veer yang duduk di depan. Veer tersenyum manis memandang Rhea yang memang cuek bebek padanya. Dia meminta para gadis merahasiakan semua ini dari media dan fans lain. Dan mereka sepakat.

Dan ya, setiap pulang kerja, mereka menghabiskan waktu bersama Veer di stadion, atau bahkan ke kafe tempat Veer biasa menghabiskan waktu dengan makan kuliner favoritnya. Sementara Kara sangat bahagia, Rhea selalu santai dan tak pernah melirik ke arah Veer yang justru selalu memandang dan mengajaknya bicara, menawarinya makan dll.
“ Kau dendam ya sama Veer? Ko cuek sekali sih setiap dia mengajakmu bicara.” Tanya Kara ketika Veer sedang ke toilet.
“ Dengar, aku anggap ini kado untuk ultahmu. Jadi aku memang tidak menikmati semua ini.” Jawabnya enteng sambil terus manggut-manggut menikmati lagu-lagu dari film Nikhil. Tak lama Veer kembali dan duduk di samping rhea, matanya tertuju pada Rhea yang asik memandang iPhone nya.
“ Nikhil akan datang kesini.” Ujar Veer.
“ Serius?” dia langsung memandang Veer dengan mata yang lebar dan indah. Veer mengangguk sambil terus memandang mata indah Rhea.
“ Thank you...” ujar Rhea dengan tersenyum. Ada desiran angin di hati Veer ketika melihat senyuman itu. Senyuman yang selalu hadir jika nama Nikhil diucapkan atau ketika Nikhil hadir diantara mereka.

Nikhil muncul, Rhea langsung menyambutnya dan terlihat sangat cari perhatian. Nikhil menikmati semua pelayanan dari Rhea, dituangkan minuman, disiapkan makanan dan lainnya. Veer hanya tersenyum begitu juga Kara.
“ Please Rhea.. aku juga sangat mengidolakan Veer, tapi tidak seperti itu..” ledek Kara membuat umpan untuk sebuah pancingan. Nikhil hanya tersenyum dan terus mengobrol dan meladeni semua pertanyaan Rhea.
“ Karena kau tidak menikmati seminggu bersamaku, maka aku hadiahkan Nikhil .. impas. Oke?..” ujar Veer pada Rhea.
“ kalau begitu lempar aku terus dengan bolamu, agar aku bisa terus bertemu Nikhil.” Ujar Rhea. Semua tertawa dan terus mengobrol sepuasnya.

****
Satu minggu hampir berlalu. Rhea, Kara dan Veer duduk-duduk di lapangan seusai latihan.
“ Nanti malam Nikhil ulang tahun. Kalian bisa ikut denganku kesana.” Ujar Veer memecah kesunyian. Rhea amat bahagia, dia langsung memeluk Veer.
“ Thank you Veer... karenamu semua mimpiku terwujud.” Katanya dengan bahagia.
“ Kau ini beda sekali dengan cara Kara mencintaiku..” ujar Veer heran. Rhea tersenyum manis menunduk dan Kara langsung buka mulut..
“ Dia sungguhan mencintai Nikhil. Bukan sekedar mengidolakan..” ujar Kara. Veer terkejut dan memandang Rhea yang terus tersenyum dan tersipu sambil menggigit bibirnya. Veer terdiam dan akhirnya ikut tersenyum.


Malam menjelang, dengan gaun pesta diatas lutut berwarna merah, Rhea datang dengan taksi sementara Veer tengah menunggunya di depan pintu masuk. Dia terpana ketika melihat Rhea tampak beda dan terlihat sedikit seksi juga terbuka pakaiannya.
“ Apa aku berlebihan? Kenapa menatapku begitu?” tanya Rhea cemberut. Veer menggeleng dan tersenyum. Kara segera menyusul setelah membayar taksi. Dia mengenakan gaun hijau selutut. Veer lalu masuk bersama para gadis.
“ Hey Veer, hebat menggandeng dua wanita.” Teriak teman-temannya. Veer tertawa dan memperkenalkan Kara dan Rhea sebagai temannya. Mereka duduk di meja paling dekat dengan panggung. Hiburan dari artis-artis ternama dimulai ketika Nikhil masuk ruang pesta. Dia tampak rapi dengan setelan jas hitam dengan rambut diikat ke belakang. Rhea langsung menggandeng Nikhil dan meminta berfoto.

Selama pesta berlangsung, Rhea dan Kara hanya duduk dan menikmati makanan. Tak ada yg mereka kenal selain Veer dan Nikhil. Dan Kara terus membujuk Rhea untuk mengungkapkan perasaan lebih dulu. Tak ada kesempatan lagi, ini adalah hari terakhir mereka bertemu. Rhea menghampiri MC dan mengatakan ingin bernyanyi untuk Nikhil.  Dengan gugup dia memegang piano di panggung...dan mulai mengeluarkan suara. Semua tertuju padanya begitu juga Veer yang tampak terpesona..

Kau membuat ku malu.. kau membuat ku ragu
Hanya kau yang bisa membuatku seperti itu
Kadang kau membuat ku rindu.. kadang kau membuatku menunggu

Nafas ini seolah terus menghembuskan namamu
Bahkan setiap irama dari jariku menyebut namamu
Dalam pelupuk mata kau menari..
Dan  diantara bintang bintang kau tersenyum menggodaku..
(Veer tersenyum memandang Rhea)
Bilakah kau mengerti perasaanku.... bilakah kau raih tanganku
Ku selalu meneriakkan namamu dikala mata terpejam
Dan memandangmu diam-diam berharap kau tahu..
Selamanya cinta ini...hanya padamu...seorang...

Rhea langsung berjalan menuju Nikhil yang berdiri di samping panggung. Dia mengulurkan tangan dan ...
“ Aku mencintaimu Nikhil....” ujarnya membuat semua orang menatapnya. Veer langsung menepukkan tangannya ke keningnya. Sementara Nikhil memandangnya.
“ Rhea? Kau...serius?” tanya Nikhil terkejut. Rhea tersenyum manis.
“ Sepertinya kau harus memutuskan hubungan kita sayang...” ujar seorang gadis yang sejak tadi memang disamping Nikhil .. rhea menoleh ke arah gadis itu (kareena kapoor). Seketika wajah Rhea pucat dan matanya berkedip cepat menahan airmata. Dia lalu tersenyum konyol..
“ Aku kan fansmu.. boleh kan bilang cinta sebagai fans?” Rhea tak mau kehilangan harga diri. Nikhil memeluknya dan semua bertepuk tangan. Rhea tersenyum menahan tangis kembali ke tempat duduknya. Dia meraih obat atsmanya dan segera ke koridor. Nafasnya teramat cepat dan lama-lama terasa sesak. Airmata tak sanggup lagi dia tahan. Dia berusaha memakai obat astmanya tapi ntah kenapa tangannya terus gemetar karena terlalu sedih juga malu..ah semua bercampur jadi satu.
“ Shit..shit... “ dia terus memaki tabung kecil di tangannya. Dia hampir kehabisan nafas dan mulai ambruk. Veer dengan sigap menahan tubuhnya dan memasukkan tabung obat ke mulut Rhea yang tampak tak bisa bernafas.

Setelah dua kali semprotan di mulutnya Rhea memejamkan mata dan berusaha mengatur nafasnya. Veer terus memandang wajah Rhea yang pucat dan airmata meleleh di pipinya. Lima menit Rhea terus menutup matanya hingga nafasnya kembali normal.
“ Dasar tolol!!!” teriaknya sambil memukul kepalanya dan membuka mata. Dia terkejut Veer masih di hadapannya. Mata mereka beradu.
“ Kau... masih disini??” tanya Rhea sedikit malu dan berusaha tenang. Veer diam saja sambil sesekali tersenyum dan melihat ke arah mana saja. Rhea menunduk dan berusaha menenangkan diri.
“ Rhea...” bisik Veer.
“ Hm....” jawab Rhea sambil terus mencoba mengatur emosi dan pikirannya agar tak terus menerus sedih dan kecewa.
“ kenapa .... kenapa Rhea, kenapa kau tak pernah melihat ke arahku? “
“ Maksudmu?” tanya Rhea heran dan memandang Veer.
“ Kau benar-benar tak mengerti maksudku??? Kau tak pernah menyadarinya?” Veer semakin dekat ke arah Rhea yang terdesak ke dinding. Rhea diam dan berusaha tenang, sebenarnya dia mulai faham maksud Veer tapi berusaha tak terpengaruh.
“ Kau tak sadar ada pria yang selalu memperhatikanmu? Bahkan mungkin dia tau berapa kali kau berkedip dalam satu menit..” ujar Veer semakin dekat. Rhea mengangkat wajah dan menatap mata Veer yang sendu.
“ Veer....??? jangan buat atsma ku kambuh...”
“ Ya... dan sekarang dia ingin merasakan detak jantungmu,menyatu dengan nafasmu... Tidakkah kau merasakan kehangatan cinta dari nafasku??"” tangan kanan Veer meraih pinggang Rhea, dan yang kiri masuk diantara rambut di leher Rhea. Rhea bagai kelu dan hanya memejamkan mata ketika kening mereka bersentuhan, dan hidung mulai menghalangi mereka. Rhea berusaha mengatur nafasnya agar tak terkena serangan astma tiba-tiba lagi.
Rangkulan pria berotot itu semakin terasa kat, Rhea hanya diam ketika Nafas Veer mulai menyatu dengan hembusan nafasnya, dia mulai merasakan sentuhan di punggungnya. Rhea mencoba memebalas pelukan itu. Tapi dia seolah tak sanggup dan tangannya hanya meremas rok pendeknya.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Majarani

Aku bukan mandul, tapi ada yang memasang IUD tanpa sepengetahuanku!