MARDAANI karya Ziah Rivai

Staring : Rani Mukherjee as Meera Safiaa Chopra
                Jhon Abraham  as Vicky Chopra
                Shah Rukh Khan as Veer Sharma
               Kareena Kapoor as Aalia Saran
                Preity Zinta as Pooja Malhotra


            Dirumah mewah yang tinggalah kakak beradik yg sangat akur, ya bisa dibilang mereka amat sangat dekat satu sama lain, sang kakak yg bernama Vicky Chopra pengusaha terkenal di mumbai dan sang adik seorang Polisi Wanita yg bertugas sebagai intel di kepolisian yang bernama Meera Safiaa Chopra yg sangat cantik, tegas dan pintar. Meera mempunyai teman yg benama Aalia dan Pooja. Aalia adalah seorang sekretaris dari kakaknya Meera yg bekerja di perusahaan keluarga Meera serta Pooja seorang pengacara cantik yg pintar.
           Di Mumbai telah beredar foto teroris yang amat sadis, telah terpampang foto teroris itu yang ternyata bernama VEER SHARMA. Veer adalah seorang teroris yang amat sangat sadis, ia bisa merakit bom yang bisa membuat satu kota meledak. Disamping itu Meera dan teman2 nya berdiskusi perihal teroris yg mematikan itu.
Aalia : "Meera..apa yg kau lakukan dengan berita tersebut?" tanyanya
Meera: "entahlah aalia aku sedang berfikir apa yang akan aku lakukan dengan penjahat itu, aku sedang                                ditugaskan komandan kepolisian untuk menangkap hidup2 teroris itu..
Pooja: " aku takut meera penjahat itu amat sadis, aku takut kau kenapa2, apa setidaknya kau minta bantuan                      polisi lain saja??
Meera: "tidak pooja, aku akan melaksanakan tugas ini dan akan aku hadapi teroris itu,
Aalia & Pooja: "tapi gimana caranya??"
Meera: "aku punya ide...."
Aalia: "apa itu?"
Meera: " idenya, aku akan menyamar menjadi mahasisiwi di salah satu universitas di mumbai dan aku akan                    menjalankan rencanaku dengan leluasa karena si teroris itu kan tidak mengetahui siapa aku dan apa                  pangkatku di kepolisian, dan selanjutnya akan kususun rencana itu matang2
Pooja: "hmm baiklah aku percaya padamu tp ingat jaga dirimu baik2 ya"
Meera: "oke sayaaaang..." (mereka berpelukan)
           Sementara itu, meera siap2 di kamarnya dan akan segera melaksanakan rencana untuk menyamar menjadi mahasiswi, setelah bersiap2 meera langsung keluar dengan mobil kesayangan nya.
Sebelum menuju tujuan tiba2 mobil meera mogok ditengah jalan dan meera bingung knp mobilnya bisa mogok sebelum menelpon montir dari bengkel tiba2 ada seorang pria yg datang menghampirinya dan yang menghampiri meera ialah seorang teroris yg selama ini dia cari..
Veer: "maaf, kalau boleh saya tau, kenapa dengan mobil kamu?'
Meera: dengan gugup dan sedikit merinding "oh iya ini mobilku tiba2 mogok tapi aku tak tahu kenapa.."
Veer: "boleh aku bantu kamu?"
Meera: "oh tentu boleh.."
setelah beberapa saat kemudian mobil meera kembali normal dan bisa untuk dikendarai kembali..
Veer: "oke mobilmu tidak apa2, cuma ada yg terputus kabelnya saja.."
Meera: "thanks ya atas bantuan kamu,,"
Veer: "oh iya kita belum berkenalan, aku Veer... kamu??'
Meera: "meera... "
Veer: "nama yg cantik, dan seperti orangnya cantik pula.. :)"
Meera: "thanks.."
               Setelah pertemuan itu, veer dan meera sering bertemu, dan meera akan melanjutkan rencananya agar veer si teroris itu mencintai dirinya, meera pun melanjutkan aksinya dengan sering bertemu dengan veer dan veer pun mulai menyukai meera. Tapi disamping itu kakak meera yaitu vicky amat khawatir akhir2 ini meera sering keluar rumah tanpa sepengetahuan dirinya, setelah menunggu meera dari sore akhirnya vicky pun menemui adiknya...
Vicky: "darimana saja kau adikku tersayang..??
Meera: "maaf kakakku sayang akhir2 ini kita jarang ketemu, karena aku ditugaskan untuk menangkap teroris yg              meresahkan warga india. tapi aku janji akan baik2 saja koq ka.."
Vicky: "oke kalau itu menjadi tugasmu, tapi kau harus janji akan melaksanakan tugasmu dengan baik dan kau                 harus membuat bangga keluarga kita terutama mama papa yg sudah berada di alam sana.."
Meera: "oke kakakku sayaang..." (meera pun memeluk kakaknya)
            Di kantor, vicky adalah pemilik perusahaan yang telah diwariskan oleh ayahnya, vicky mempunyai sekretaris cantik yaitu Aalia teman dari adiknya sendiri. Vicy dan aalia selalu terlihat bersama bahkan pada suatu hari, vicky mulai mencintai aalia dan aalia pun sama yg telah memiliki perasaan itu mulai dr pertama ia masuk kantor. maka vickypun mengutarakan isi hatinya pada aalia..
Vicky: 'aalia, apa kau bisa ke ruanganku??"
Aalia: " oke pak.."
setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, aalia pun duduk.
Vicky: "aalia, sebenarnya ini tidak ada kaitan nya dengan pekerjaan, aku ingin berbicara sesuatu yg sangat                  penting"
Aalia: "apa itu pak??"
Vicky: "aku mencintaimu aalia..."
Aaalia pun syok dan kaget bukan kepalang, dengan segera aalia menjawabnya..
Aalia: "iya pak, aku juga sangat menyukai bapak,.."
Vicky: "seriuskah kau??"
Aalia: "IYA PAK.."
Vicky pun bahagia mendengarnya dan mereka amat sangat bahagia menjalani kehidupan mereka.
       Sementara itu, Meera pun bertemu kembali dengan Veer. Veer yang lama kelamaan menyukai Meera dengan penuh keyakinan veer menyusun rencana dengan matang mempersiapkan restoran mewah dengan design yg sangat romantis karena malam ini veer akan mengajak meera berkencan dan akan mengutarakan isi hati veer. Lalu veer menelpon meera.
Veer: "hallo meera, apa kabar? Sedang apa kau?
Meer: "baik veer, aku sedang dikamar saja bersama teman2ku.."
Veer: "apa besok kau ada acara?"
Meera: "tidak veer, memang kenapa?"
Veer: "apakah kau mau makan malam denganku besok? "
Meera: "oh ya tentu saja, dengan senang hati veer.."
Veer: "ok, aku tunggu ya di restoran besok, dan alamatnya akan aku sms kan"
Meera: "iya veer.."
Veer: "ok, terima kasih ya meera.."
Dengan senang hati veer sms kepada meera alamat restoran yang telah dipersiapkan nya untuk berkencan dengan meera. Sementara itu meera diledek oleh teman2 nya.
        Keesokan malamnya, meera dengan cantiknya datang ke restoran yang telah di smskan oleh veer, veer pun memandang meera tidak berkedip karena terlalu cantik dan menawan, meera mengagetkan veer.
Meera: "hai veer, apa kau hanya melihat diriku saja tidak mempersilahkan aku duduk?"
Veer: "oh, maaf aku terpesona dengan kecantikanmu, mari silahkan duduk."
Meera: "terima kasih.. Woww tempat ini amat sangat indah veer, apa kau yg telah mendesign semua ini?"
Veer: "iya meera, aku telah mempersiapkan nya untukmu"
Meera: "oh ya? Kau terlalu berlebihan veer, seadanya saja aku akan datang menemui mu."
Veer: "terima kasih meera, aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu.."
Meera: "apa itu veer?"
Veer: "a..aa aku mencintaimu meera.."
Meera: "apa aku tidak salah dengar veer? Kau mencintaiku? Tapi kau tidak tahu siapa aku?"
Veer: "ya, aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu meera, mau kah kau menjadi kekasihku? Dan aku tidak peduli siapapun kamu.."
Meera: "baiklah, aku mau jadi kekasihmu veer.."
Veer: "benarkah meera, apa aku tidak salah dengar? Aku senang sekali meera mendengarnya.."
Meera: "iya veer, aku juga bahagia.."
Seiring dengan alunan lagu yang sangat romantis veer dan meera berdansa sambil berpelukan, meera yang bersandar di bahu veer, lalu veer ingin menceritakan siapa jati diri dia sebenarnya. Yang ialah seorang teroris negara, padahal meera sudah mengetahui siapa si veer ini.
Veer: "meera, aku ingin menceritakan siapa diriku sebenarnya"
Meera: "cerita apa veer?"
Veer: "sebenarnya aku adalah seorang teroris meera.. Apa kau akan membenciku? Apa kau berubah pikiran untuk tidak mencintaiku? Aku sudah pasrah dengan semua jawabanmu meera.."
Meera: "apa?? Seriuskah kau veer? Apa aku sedang mabuk? Atau salah dengar?"
Veer: "tidak meera..kau tidak salah dengar, katakan jawabanmu meera, apa kau akan menolakku setelah kau tahu siapa aku?"
Meera: "hmmm tidak veer, aku akan mencintaimu apa adanya, tp aku minta kau harus meninggalkan pekerjaan ini"
Veer: "tidak bisa meera, aku harus melaksanakan satu tugas lagi, setelah itu aku akan berhenti dan kita akan selalu bersama."
Meera: "baiklah, aku menerimamu apa adanya, tp dimanakah markasmu veer."
Veer: "terima kasih meera, aku akan memberitahukan markasku dimana tapi kau janji tidak akan memberitahukan siapa2 apalagi polisi.."
Meera: "iya, aku janji."
Setelah makan malam, keesokan harinya meera bertemu veer kembali dan mengajak meera ke markas dimana para teroris berkumpul merakit bom, meera kaget setelah mengetahui isi markas tersebut. Di kantor meera menceritakan kejadian dan kegiatan para teroris lalu komandan serta anak buah polisi merencanakan penggerebekan markas veer. Beberapa hari kemudian semua polisi rapat termasuk meera, lalu menyusun rencana.
Komandan: "meera, kau adalah andalan kami, kamu siap untuk melaksanakan tugas ini??"
Meera: "siap pak!!"
Komandan: "bagus, kita akan mulai setelah kau bertemu dengan veer, dan kau masuk terlebih dahulu setelah kamu memberikan kode kami semua akan masuk ke markas tersebut untuk penggerebekan,"
Meera: "siap pak, laksanakan !!"
     Keesokan harinya, komandan serta anak buah polisi berbaris dilapangan untuk segera melaksanakan penggerebekan markas Veer Sharma, setelah berbaris meera menelpon veer meminta untuk ketemu, dan meera ingin bertemu di markas veer.
Meera: "halo veer, apa kau sibuk? "
Veer: "tidak meera, cuma sekarang aku sedang di markas,ada apa memangnya?"
Meera: "tidak apa2 aku kangen aja ama kamu, hehee"
Veer: "baiklah, aku tunggu kamu di markasku ya.."
Setelah mendapat persetujuan veer untuk ke markas meera segera memberitahukan komandan nya untuk menjalankan rencana tersebut.
Komandan: "ok segera kita laksanakan tugas, meera kau jalanlah lebih dahulu kesana nanti kami akan mengikutimu dari belakang"
Meera: "siap pak.."
Meluncurlah meera ke markas veer dan bertemu veer, dan meera masuk ke markas veer, setelah berapa menit meera didalam masuklah polisi ke dalam markas tersebut dan tejadi baku tembak oleh para teroris. 3 jam terjadi keributan tersebut akhirnya veer dan para teroris tersebut tertangkap setelah beberapa anak buah teroris banyak yang mati. Veer menatap meera penuh amarah, dan akhirnya tugas meera pun terlaksana dengan sukses. Veer telah msuk ke penjara dan meera menemui veer.
Veer: "untuk apa kau kesini? "
Meera: "aku minta maaf veer, aku hanyalah polisi yang menjalankan tugas untuk mengamankan negara
Veer: "yasudahlah aku pun sudah masuk ke penjara ini, dan aku akan mempertanggung jawabkan semua kesalahanku."
Meera: "berubahlah veer, jadilah orang yang lebih baik dan jika kau meninggalkan pekerjaan itu aku akan menunggumu sampai kau keluar dari penjara.."
Veer: "iya meera, memang aku sudah berniat untuk berhenti dengan kerjaan ini, apa kau serius dengan perkataanmu meera?
Meera: "iya veer, aku serius.."
Sambil mencium tangan meera yang menempel di besi penjara veer menangis penuh penyesalan atas perbuatan nya.
Meera: "sudahlah veer itu sekarang sudah menjadi masa lalumu, kini kita akan memulai lembaran baru veer dengan senyum
Veer: "iya meera, terima kasih kau ingin menungguku dan menerimaku apa adany."
      Disamping itu, vicky amat gembira dengan keberhasilan kerja meera yang bisa memenjarakan teroris2 negara yang selama ini meresahkan warga india, dan vicky pun berencana menikahi Aalia dalam waktu dekat ini.
Vicky: "selamat ya adikku sayang atas keberhasilanmu,"
Meera: "iya ka, terima kasih.. Tapi"
Vicky: "ada apa? Cerita ke kakak?"
Meera: "aku mencintainya ka, aku mencintai seorang teroris itu.."
Vicky: "are you sure?"
Meera: "iya ka? Apakah aku salah?"
Vicky: "tidak sayang, jika kau mencintai seseorang janga dilihat dari profesi dan materi tetapi jika kamu bisa merubah kepribadian nya menjadi orang yang lebih baik itulah yang dinamakan hubungan."
Meera: "iya kak, dia juga berjanji padaku akan meninggal dunia seperti itu, dan akan berubah menjadi yg lebih baik lagi dan aku akan menunggunya hingga dia keluar dari penjara"
Vicky: "iya sayang, kakak mendukung apa yang menjadi keputusanmu dan yang terbaik menurutmu"
Meera: "terima kasih kak.. Oh iya gimana hubunganmu dengan sahabatku? Kapan kalian menikah?"
Vicky: "kami akan menikah dalam waktu dekat ini meera, kau bantu aku mempersiapkan nya ya, karena kita kan sudah tidak punya orang tua jadi aku mengandalkanmu meera.."
Meera: "siap kakakku sayang, aku akan selalu ada buatmu."
     Beberapa minggu kemudian, digelar acara pernikahan Vicky dan Aalia, acaranya sangat meriah dan mewah itu semua berkat meera yang menyusun acara pernikahan kakaknya. Disamping itu Pooja kawan meera dan aalia pulang dari sekolahnya diluar negeri untuk memperdalam ilmu menjadi pengacara yang handal. Meera dan Pooja sangat senang sahabat yang mereka sayangi menikah dengan orang yang sangat tepat. Meera pun dengan setianya menunggu veer keluar dari penjara, sementara itu Pooja menjadi pengacara yang sukses serta vicky dan aalia menjadi pasangan suami istri yang bahagia selamanya.
                 TAMAT

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Majarani

Aku bukan mandul, tapi ada yang memasang IUD tanpa sepengetahuanku!