Mardaani : kisah cinta polisi dan pilot karya Intan Mista
by : Intan Mista
Fb : Intan Mista
Cast :
Rani Mukherji - Tina
Shah Rukh Khan - Dev
******
Kehidupan rumah tangga Tina Sharma dan Dev Sharma berjalan hampir
delapan tahun. Namun mereka hingga kini belum juga mendapatkan
momongan. Dev adalah seorang Pilot yang bekerja disebuah penerbangan
terbesar di Mumbai sementara sang istri yang ia nikahi delapan tahun
yang lalu melalui perjodohan Tina Sharma adalah seorang polisi wanita
yang berkecimpung dalam kasus-kasus Kriminal yang terjadi di kota
Mumbai.
Hubungan Dev dan Tina tidaklah harmonis layaknya pasangan suami istri
yang lainnya. Hubungan mereka tidak memiliki kesan romantis malah
sebaliknya. Yapz, hubungan rumah tangga mereka memburuk bukan karena
sampai saat ini Tina belum bisa mempunyai anak. hubungan pernikahan
keduanya memang sudah buruk sejak awal mereka menikah, karena keduanya
sama-sama tidak saling mencintai. Itu semua terjadi lantaran Tina
maupun Dev menikah atas dasar pejodohan bukan atas dasar saling
memiliki perasaan cinta.
Setiap harinya Dev sibuk dengan pekerjaannya dan Tina juga sibuk
dengan pekerjaannya membongkar kasus-kasus kriminal yang ia tangani.
Sehingga hubungan keduanya tidak pernah terjalin romantis, bagaimana
bisa terjalin romantis jika mereka berdua tidak ada usaha untuk
mencapai keromantisan dalam berhubungan. Tina memang selalu berusaha
bersikap layaknya istri-istri lainnya, ia selalu memperhatikan Dev
sebagai suaminya seperti menyiapkan sarapan pagi dan makan malam,
menyiapkan seragam sang suami sebelum bekerja, membersihkan rumah
sebelum ia pergi bekerja. namun untuk hal romantis Tina maupun Dev
tidak pernah berusaha menciptakannya didalam kehidupan rumah tangga
mereka.
Tidak harmonis dan Romantisnya hubungan mereka, bukan berarti membuat
Tina dan Dev tidak bisa bicara dan bersikap layaknya teman. Mereka
sering mengobrol bersama sebelum tidur, tapi yang mereka bicarakan
hanyalah soal pekerjaan, pekerjaan dan pekerjaan. Seperti yang saat
ini mereka lakukan, Tina dan Dev kini tengah duduk dalam satu ranjang
sambilbsaling bercerita.
" Aku harus menyesaikan kasus itu Dev " tegas Tina.
" Tapi apa kau yakin ? bukankah ini terlalu sulit untukmu ? " Tanya
Dev. Tina tersenyum mendengar pernyataan sang suami.
" Kau tau Dev, apa yang membuat ku semangat untuk menumpas kasus ini ?
" Tanya Tina. Dev menggeleng.
" Karena aku ingin menyelamatkan martabat wanita. Suraj Maholtra sudah
memperkosa Meena Kapoor, membunuh suaminya dan merampas hartanya. Dia
sama saja menindas wanita, dan aku harus menumpas kasus ini !!! "
" Kau bersemangat sekali !! " Secara mengejutkan Dev mengelus lembut
rambut Tina yang entah kenapa berhasil membuat hati Tina seperti
bergetar hebat.
" Aku doakan semoga kau sukses " imbuh Dev yang langsung mendapat
senyuman dari Tina.
*****
Beberapa minggu berlalu, kasus ini semakin menjadi sorotan publik
lantaran orang tua Meena Kapoor yang memang orang terpandang di India
merasa bahwa kepolisian Mumbai begitu lamban dalam mengatasi kasus
yang menimpa putrinya. Ia begitu berang dengan si pelaku dan ingin
secepatnya menemukan pelaku. Hal ini membuat Tina merasa begitu resah
dengan keadaan sekarang terlebih Tuan Johan Kapoor (Rishi Kapoor)
selalu berkoar didepan media soal kelambanan polisi Mumbai dalam
menangani kasus putrinya. Padahal, dalam kasus ini Tina dan tim nya
selalu mengerahkan tenaga dan usaha extra untuk segera menuntaskan
kasus kriminal yang satu ini namun Suraj Maholtra memang sangat pintar
dan lihai dalam menghilangkan jejak sehingga Polisi kewalahan mencari
jejak persembunyian Suraj.
Tina yang sedang dihadapkan dengan pekerjaan yang rumit dan menyita
waktunya membuat si wanita cantik ini merasa lelah dan merasa waktunya
habis untuk bekerja extra dalam mengungkap kasus ini. Sampai-sampai ia
sering melalaikan tugas-tugas kesehariannya seperti memberi sarapan
pagi untuk sang suami, dan menyiadakan kopi jika Dev baru saja pulang.
Dev mengerti akan hal itu, mangkanya ia tidak marah ataupun menuntut
persoalan tersebut.
" Dev, aku sudah membereskan kamar ini, jadi tolong !! kau jangan
taruh sembarangan barang-barangmu " tegas Tina seraya memindahkan
pakaian kerja Dev. Dev tak bergeming karena ia sedang membaca koran
diranjangnya.
" Dev, kau dengar aku kan ? " Tanya Tina menatap geram suaminya.
" Iya, aku dengar " Jawab Dev simpel.
" Kau ini !! Kau selalu bilang kau mendengar perkataan aku tapi mana
buktinya tiap hari kau selalu saja menaruh barang-barang mu bukan pada
tempatnya. Aku cape kalo seperti ini terus, kerjaan ku bukan hanya
mengurusi mu aku masih punya banyak pekerjaan " omel Tina yang kini
berhasil menyita perhatian suaminya.
" Kau ini kenapa hah ?? Kau terlalu berlebihan !! " Tegas Dev.
" Apa berlebihan ?? aku hanya ingin kau itu bisa membantuku dirumah,
saat ini pekerjaan ku dikantor itu sudah banyak menyita waktu dan
pikiran, jika pekerjaan itu ditambah dengan pekerjaan rumah dan
mengurusimu aku bisa gila !! " tegas Tina.
" Heyy Tina, kau itu seorang istri, tugas utamamu adalah merawatku,
memberikan yang terbaik untuk suamimu !!! Aku diatasmu, aku rajamu,
kau hrus mengutamakan aku !! Bahkan jika kau harus memilih Suamimu
atau pekerjaanmu kau harus tetap memilihku !! paham !! " tegas Dev
yang sepertinya marah dengan apa yang baru Tina ucapkan.
Tina berjalan mendekati sang suami sambil menaatap geram wajah suaminya.
" Dan jika itu terjadi, ketahuilah Dev, aku akan memilih pekerjaanku
daripada suamiku. Paham !! " ucap Tina lalu pergi begitu saja
meninggalkan Dev yang mematung akibat perkataannya Tina barusan.
******
Semenjak pertengkaran itu, Dev maupun Tina tidak ada yang mau bicara,
mereka saling mengambil sikap diam. Jika mereka bertemu, tak ada
sapaan, senyuman apalagi saling bertanya kabar. Begini lah mereka,
apabila habis bertengkar sulit untuk berdamai. Tina keras Dev apalagi,
jadi salah satu diantara mereka tak akan ada yang bisa mengalah. Dulu
sebelum menikah, orang tua Tina selalu bercerita bahwa Dev adalah
pemuda yang sangat manis, menghargai wanita, dan selalu mengalah pada
wanita. Tetapi setelah lama hidup bersama Dev, Tina merasa bahwa
ucapan orang tuanya itu salah besar. Dev tidak sebaik yang mereka
ucapkan, Dev hanyalah sosok suami yang keras dan menyebalkan.
" Apa ? kau kehilangan jejak Suraj lagi ? astaga !! " Tina terlihat
kesal setelah ia mendapat kabar bahwa anak buahnya yang ia utus untuk
mencari keberadaan Suraj lagi-lagi harus kehilangan jejak.
" Ok baiklah " ujar Tina lalu menutup komunikasinya dengan salah satu
anak buahnya. Tina melempar ponselnya kesembarang tempat, Ponsel
miliknya jatuh tepat dikasur yang sedang diduduki oleh Dev, Dev kaget
karena ponsel tersebut mengenai kakinya.
" Kau bisa sopan tidak ?? disini ada suamimu !! main lempar saja "
omel Dev seraya membaca koran tanpa mau memandang Tina. Tina menatap
kesal kearah Dev, yang menurutnya ucapan tadi adalah sindiran.
" Aku tidak mau bertengkar dengan anda tuan Dev Sharma !! " Tegas Tina
lalu pergi menuju kamar mandi yang ada dikamarnya.
" Memangnya aku mengajakmu bertengkar ? heuh !! dasar nenek sihir !! "
celetuk Dev.
" Apa kau bilang ?? " Tina muncul dari kamar mandi dan berhasil
membuat Dev terkejut.
" Kau tuli !! aku bilang di koran ini ada berita nenek sihir !! " ucap
Dev berbohong.
" Dasar pilot bodoh !!! " ucap Tina kemudian masuk kembali kedalam kamar mandi.
*******
Beberapa hari kemudian ...
Dev sedang ada tugas penerbangan hari ini. Sehingga ia pun berangkat
dari rumah agak pagian, sampai di Bandara ia segera masuk keruangan
tempat ia dan para pilot lainnya berkumpul.
Ketika ia sedang berjalan menuju ruangan tersebut, tak sengaja ia
menabrak seseorang dan membuat topi seseorang itu terjatuh. Karena
buru-buru Dev hanya melihat sekilas wajah sosok Pria yang ia tabrak
sambil mengucapkan permintaan maaf. Pria itu hanya terdiam, dan malah
pergi begitu saja. Dev pun merasa bahwa pria itu tidak begitu
mempermasalahkan insiden tadi, sehingga ia pun kembali melanjutkan
perjalanannya. Namun selang beberapa langkah, ia mulai tersadar bahwa
Pria yang tadi ditabraknya adalah seorang yang tidak asing lagi
baginya.
" Ayoo Dev, kau harus mengingat siapa Pria itu !! aku sepertinya
pernah melihat dia !! " batin Dev yang sedang berusaha melancarkan
otaknya yang agak error.
" Astaga !! dia !! Suraj Maholtra !! " batin Dev dan segera
mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalanannya. Ia segera
mengejar Pria tadi, dengan langkah cepat namun berusaha agar tidak
ketahuan oleh pria tadi yang ternyata adalah Suraj Maholtra.
Sambil mengejar, Dev segera menghubungi pihak keamanan bandara dengan
ponselnya, setelah itu ia juga menelpon sang istri untuk memberitahu
bahwa Suraj Maholtra ada dibandara tempatnya bekerja. Karena tidak
punya waktu banyak, Dev hanya dapat berkata seperlunya dengan Tina.
Suraj menghentikan langkahnya ditempat parkir bandara, ia merasa bahwa
ada seseorang tengah membuntuti langkahnya, ternyata memang benar. Dev
kini tengah berlari menuju ke arah Suraj.
" Jangan mendekat !! " Suraj mengeluarkan pistol dan mengancam Dev.
Dev terdiam, ia hentikan langkahnya, ia pun menatap tajam wajah Suraj.
" Kau menyerah saja, asal kau tau !! kau sudah terkepung " ujar Dev.
" jangan mengancamku, atau kau mati saat ini juga "
" Apa ? kau melarang aku mengancammu sementara kau malah mengancamku "
" Aku tidak punya waktu untuk meledenimu "
" Hey lihat !! ada polisi disana !! " Teriak Dev berbohong agar Suraj
gusar dan panik.
Suraj gusar ia pun menengok kekanan dan kekiri, ia mulai bingung dan
panik, ia langsung masuk kedalam mobil dan pergi secepatnya. Dev
bingung, mau melakukan apa untuk mencegah kepergian Suraj.
Disaat sedang bingung, tiba-tiba suara pistol menggema diarea sana
setelah itu terdengar suara rem mobil yang memekik telinga, Dev kaget
dan langsung berlari keasal suara, ternyata seorang keamanan Bandara
berhasil menghalangi kepergian Suraj, Dev tertawa puas, ia segera
berlari ketempat dimana Suraj sedang dibekuk. Suraj berhasil
ditangkap, mobil yang dikendarai Suraj ditembak bannya dan mobil pun
oleng lalu menabrak tiang listrik, otomatis mobil terhenti, setelah
itu dengan sigap anggota keamanan bandara segera menangkap Suraj.
meski bukan Tina dan anggota timnya yang menangkap ataupun Dev tetapi
Dev merasa bangga karena ia telah ikut ambil bagian dalam penangkapan
Suraj.
*******
Malam harinya Dev menceritakan semuanya pada Tina, Tina bahagia
sekaligus bangga dengan Dev, ia sangat berterima kasih pada Dev yang
telah membantunya menyelesaikan tugas yang membebaninya itu. Dalam
sekejap, hubungan mereka kembali membaik, lihat saja, malam ini mereka
sedang asyik menyantap makan malam bersama dan hanya berdua.
" Kau hebat Dev " puji Tina ketika mereka berdua sedang makan malam.
" Dan kau harus mengakui bahwa kau kali ini kalah dari ku " ledek Dev
dan berhasil membuat Tina tertawa geli.
" Baiklah, kau memang yang terhebat. Tapi lain kali, aku akan
menunjukan sesuatu padamu, bahwa aku akan bisa menagkap pelaku
kriminal yang lainnya " ungkap Tina yang tidak mau kalah.
" Tidak !! kau tetap yang terhebat, tanpa melakukan apapun kau tetap
yang terhebat " jelas Dev.
" Kau merayuku ? " Tanya Tina. Dev menggeleng.
" Merayu mu ? hahahhaa sejak kapan aku pandai merayu mu " ledek Dev
sambil menatap lekat wajah Tina.
" Aaah ya sudahlah, setelah makan. aku ingin bercerita banyak padamu "
ungkap Tina.
" Baiklah " jawab Dev seraya melanjutkan makan malamnya.
Dev menatap lekat wajah Tina, meski sekilas tapi itu berhasil membuat
hati Dev sejuk, bagaimana tidak ? seiring berjalannya waktu, rasa
cinta mulai tumbuh dan mekar dihati Dev untuk seorang Tina si polisi
menyebalkan itu. Meski Dev belum bisa bahkan siap untuk mengungkapkan
cintanya tapi ia berjanji, malam ini juga ia akan mengutarakan
perasaan itu dan menjadikan Tina sebagai istri yang seutuhnya.
End
Fb : Intan Mista
Cast :
Rani Mukherji - Tina
Shah Rukh Khan - Dev
******
Kehidupan rumah tangga Tina Sharma dan Dev Sharma berjalan hampir
delapan tahun. Namun mereka hingga kini belum juga mendapatkan
momongan. Dev adalah seorang Pilot yang bekerja disebuah penerbangan
terbesar di Mumbai sementara sang istri yang ia nikahi delapan tahun
yang lalu melalui perjodohan Tina Sharma adalah seorang polisi wanita
yang berkecimpung dalam kasus-kasus Kriminal yang terjadi di kota
Mumbai.
Hubungan Dev dan Tina tidaklah harmonis layaknya pasangan suami istri
yang lainnya. Hubungan mereka tidak memiliki kesan romantis malah
sebaliknya. Yapz, hubungan rumah tangga mereka memburuk bukan karena
sampai saat ini Tina belum bisa mempunyai anak. hubungan pernikahan
keduanya memang sudah buruk sejak awal mereka menikah, karena keduanya
sama-sama tidak saling mencintai. Itu semua terjadi lantaran Tina
maupun Dev menikah atas dasar pejodohan bukan atas dasar saling
memiliki perasaan cinta.
Setiap harinya Dev sibuk dengan pekerjaannya dan Tina juga sibuk
dengan pekerjaannya membongkar kasus-kasus kriminal yang ia tangani.
Sehingga hubungan keduanya tidak pernah terjalin romantis, bagaimana
bisa terjalin romantis jika mereka berdua tidak ada usaha untuk
mencapai keromantisan dalam berhubungan. Tina memang selalu berusaha
bersikap layaknya istri-istri lainnya, ia selalu memperhatikan Dev
sebagai suaminya seperti menyiapkan sarapan pagi dan makan malam,
menyiapkan seragam sang suami sebelum bekerja, membersihkan rumah
sebelum ia pergi bekerja. namun untuk hal romantis Tina maupun Dev
tidak pernah berusaha menciptakannya didalam kehidupan rumah tangga
mereka.
Tidak harmonis dan Romantisnya hubungan mereka, bukan berarti membuat
Tina dan Dev tidak bisa bicara dan bersikap layaknya teman. Mereka
sering mengobrol bersama sebelum tidur, tapi yang mereka bicarakan
hanyalah soal pekerjaan, pekerjaan dan pekerjaan. Seperti yang saat
ini mereka lakukan, Tina dan Dev kini tengah duduk dalam satu ranjang
sambilbsaling bercerita.
" Aku harus menyesaikan kasus itu Dev " tegas Tina.
" Tapi apa kau yakin ? bukankah ini terlalu sulit untukmu ? " Tanya
Dev. Tina tersenyum mendengar pernyataan sang suami.
" Kau tau Dev, apa yang membuat ku semangat untuk menumpas kasus ini ?
" Tanya Tina. Dev menggeleng.
" Karena aku ingin menyelamatkan martabat wanita. Suraj Maholtra sudah
memperkosa Meena Kapoor, membunuh suaminya dan merampas hartanya. Dia
sama saja menindas wanita, dan aku harus menumpas kasus ini !!! "
" Kau bersemangat sekali !! " Secara mengejutkan Dev mengelus lembut
rambut Tina yang entah kenapa berhasil membuat hati Tina seperti
bergetar hebat.
" Aku doakan semoga kau sukses " imbuh Dev yang langsung mendapat
senyuman dari Tina.
*****
Beberapa minggu berlalu, kasus ini semakin menjadi sorotan publik
lantaran orang tua Meena Kapoor yang memang orang terpandang di India
merasa bahwa kepolisian Mumbai begitu lamban dalam mengatasi kasus
yang menimpa putrinya. Ia begitu berang dengan si pelaku dan ingin
secepatnya menemukan pelaku. Hal ini membuat Tina merasa begitu resah
dengan keadaan sekarang terlebih Tuan Johan Kapoor (Rishi Kapoor)
selalu berkoar didepan media soal kelambanan polisi Mumbai dalam
menangani kasus putrinya. Padahal, dalam kasus ini Tina dan tim nya
selalu mengerahkan tenaga dan usaha extra untuk segera menuntaskan
kasus kriminal yang satu ini namun Suraj Maholtra memang sangat pintar
dan lihai dalam menghilangkan jejak sehingga Polisi kewalahan mencari
jejak persembunyian Suraj.
Tina yang sedang dihadapkan dengan pekerjaan yang rumit dan menyita
waktunya membuat si wanita cantik ini merasa lelah dan merasa waktunya
habis untuk bekerja extra dalam mengungkap kasus ini. Sampai-sampai ia
sering melalaikan tugas-tugas kesehariannya seperti memberi sarapan
pagi untuk sang suami, dan menyiadakan kopi jika Dev baru saja pulang.
Dev mengerti akan hal itu, mangkanya ia tidak marah ataupun menuntut
persoalan tersebut.
" Dev, aku sudah membereskan kamar ini, jadi tolong !! kau jangan
taruh sembarangan barang-barangmu " tegas Tina seraya memindahkan
pakaian kerja Dev. Dev tak bergeming karena ia sedang membaca koran
diranjangnya.
" Dev, kau dengar aku kan ? " Tanya Tina menatap geram suaminya.
" Iya, aku dengar " Jawab Dev simpel.
" Kau ini !! Kau selalu bilang kau mendengar perkataan aku tapi mana
buktinya tiap hari kau selalu saja menaruh barang-barang mu bukan pada
tempatnya. Aku cape kalo seperti ini terus, kerjaan ku bukan hanya
mengurusi mu aku masih punya banyak pekerjaan " omel Tina yang kini
berhasil menyita perhatian suaminya.
" Kau ini kenapa hah ?? Kau terlalu berlebihan !! " Tegas Dev.
" Apa berlebihan ?? aku hanya ingin kau itu bisa membantuku dirumah,
saat ini pekerjaan ku dikantor itu sudah banyak menyita waktu dan
pikiran, jika pekerjaan itu ditambah dengan pekerjaan rumah dan
mengurusimu aku bisa gila !! " tegas Tina.
" Heyy Tina, kau itu seorang istri, tugas utamamu adalah merawatku,
memberikan yang terbaik untuk suamimu !!! Aku diatasmu, aku rajamu,
kau hrus mengutamakan aku !! Bahkan jika kau harus memilih Suamimu
atau pekerjaanmu kau harus tetap memilihku !! paham !! " tegas Dev
yang sepertinya marah dengan apa yang baru Tina ucapkan.
Tina berjalan mendekati sang suami sambil menaatap geram wajah suaminya.
" Dan jika itu terjadi, ketahuilah Dev, aku akan memilih pekerjaanku
daripada suamiku. Paham !! " ucap Tina lalu pergi begitu saja
meninggalkan Dev yang mematung akibat perkataannya Tina barusan.
******
Semenjak pertengkaran itu, Dev maupun Tina tidak ada yang mau bicara,
mereka saling mengambil sikap diam. Jika mereka bertemu, tak ada
sapaan, senyuman apalagi saling bertanya kabar. Begini lah mereka,
apabila habis bertengkar sulit untuk berdamai. Tina keras Dev apalagi,
jadi salah satu diantara mereka tak akan ada yang bisa mengalah. Dulu
sebelum menikah, orang tua Tina selalu bercerita bahwa Dev adalah
pemuda yang sangat manis, menghargai wanita, dan selalu mengalah pada
wanita. Tetapi setelah lama hidup bersama Dev, Tina merasa bahwa
ucapan orang tuanya itu salah besar. Dev tidak sebaik yang mereka
ucapkan, Dev hanyalah sosok suami yang keras dan menyebalkan.
" Apa ? kau kehilangan jejak Suraj lagi ? astaga !! " Tina terlihat
kesal setelah ia mendapat kabar bahwa anak buahnya yang ia utus untuk
mencari keberadaan Suraj lagi-lagi harus kehilangan jejak.
" Ok baiklah " ujar Tina lalu menutup komunikasinya dengan salah satu
anak buahnya. Tina melempar ponselnya kesembarang tempat, Ponsel
miliknya jatuh tepat dikasur yang sedang diduduki oleh Dev, Dev kaget
karena ponsel tersebut mengenai kakinya.
" Kau bisa sopan tidak ?? disini ada suamimu !! main lempar saja "
omel Dev seraya membaca koran tanpa mau memandang Tina. Tina menatap
kesal kearah Dev, yang menurutnya ucapan tadi adalah sindiran.
" Aku tidak mau bertengkar dengan anda tuan Dev Sharma !! " Tegas Tina
lalu pergi menuju kamar mandi yang ada dikamarnya.
" Memangnya aku mengajakmu bertengkar ? heuh !! dasar nenek sihir !! "
celetuk Dev.
" Apa kau bilang ?? " Tina muncul dari kamar mandi dan berhasil
membuat Dev terkejut.
" Kau tuli !! aku bilang di koran ini ada berita nenek sihir !! " ucap
Dev berbohong.
" Dasar pilot bodoh !!! " ucap Tina kemudian masuk kembali kedalam kamar mandi.
*******
Beberapa hari kemudian ...
Dev sedang ada tugas penerbangan hari ini. Sehingga ia pun berangkat
dari rumah agak pagian, sampai di Bandara ia segera masuk keruangan
tempat ia dan para pilot lainnya berkumpul.
Ketika ia sedang berjalan menuju ruangan tersebut, tak sengaja ia
menabrak seseorang dan membuat topi seseorang itu terjatuh. Karena
buru-buru Dev hanya melihat sekilas wajah sosok Pria yang ia tabrak
sambil mengucapkan permintaan maaf. Pria itu hanya terdiam, dan malah
pergi begitu saja. Dev pun merasa bahwa pria itu tidak begitu
mempermasalahkan insiden tadi, sehingga ia pun kembali melanjutkan
perjalanannya. Namun selang beberapa langkah, ia mulai tersadar bahwa
Pria yang tadi ditabraknya adalah seorang yang tidak asing lagi
baginya.
" Ayoo Dev, kau harus mengingat siapa Pria itu !! aku sepertinya
pernah melihat dia !! " batin Dev yang sedang berusaha melancarkan
otaknya yang agak error.
" Astaga !! dia !! Suraj Maholtra !! " batin Dev dan segera
mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalanannya. Ia segera
mengejar Pria tadi, dengan langkah cepat namun berusaha agar tidak
ketahuan oleh pria tadi yang ternyata adalah Suraj Maholtra.
Sambil mengejar, Dev segera menghubungi pihak keamanan bandara dengan
ponselnya, setelah itu ia juga menelpon sang istri untuk memberitahu
bahwa Suraj Maholtra ada dibandara tempatnya bekerja. Karena tidak
punya waktu banyak, Dev hanya dapat berkata seperlunya dengan Tina.
Suraj menghentikan langkahnya ditempat parkir bandara, ia merasa bahwa
ada seseorang tengah membuntuti langkahnya, ternyata memang benar. Dev
kini tengah berlari menuju ke arah Suraj.
" Jangan mendekat !! " Suraj mengeluarkan pistol dan mengancam Dev.
Dev terdiam, ia hentikan langkahnya, ia pun menatap tajam wajah Suraj.
" Kau menyerah saja, asal kau tau !! kau sudah terkepung " ujar Dev.
" jangan mengancamku, atau kau mati saat ini juga "
" Apa ? kau melarang aku mengancammu sementara kau malah mengancamku "
" Aku tidak punya waktu untuk meledenimu "
" Hey lihat !! ada polisi disana !! " Teriak Dev berbohong agar Suraj
gusar dan panik.
Suraj gusar ia pun menengok kekanan dan kekiri, ia mulai bingung dan
panik, ia langsung masuk kedalam mobil dan pergi secepatnya. Dev
bingung, mau melakukan apa untuk mencegah kepergian Suraj.
Disaat sedang bingung, tiba-tiba suara pistol menggema diarea sana
setelah itu terdengar suara rem mobil yang memekik telinga, Dev kaget
dan langsung berlari keasal suara, ternyata seorang keamanan Bandara
berhasil menghalangi kepergian Suraj, Dev tertawa puas, ia segera
berlari ketempat dimana Suraj sedang dibekuk. Suraj berhasil
ditangkap, mobil yang dikendarai Suraj ditembak bannya dan mobil pun
oleng lalu menabrak tiang listrik, otomatis mobil terhenti, setelah
itu dengan sigap anggota keamanan bandara segera menangkap Suraj.
meski bukan Tina dan anggota timnya yang menangkap ataupun Dev tetapi
Dev merasa bangga karena ia telah ikut ambil bagian dalam penangkapan
Suraj.
*******
Malam harinya Dev menceritakan semuanya pada Tina, Tina bahagia
sekaligus bangga dengan Dev, ia sangat berterima kasih pada Dev yang
telah membantunya menyelesaikan tugas yang membebaninya itu. Dalam
sekejap, hubungan mereka kembali membaik, lihat saja, malam ini mereka
sedang asyik menyantap makan malam bersama dan hanya berdua.
" Kau hebat Dev " puji Tina ketika mereka berdua sedang makan malam.
" Dan kau harus mengakui bahwa kau kali ini kalah dari ku " ledek Dev
dan berhasil membuat Tina tertawa geli.
" Baiklah, kau memang yang terhebat. Tapi lain kali, aku akan
menunjukan sesuatu padamu, bahwa aku akan bisa menagkap pelaku
kriminal yang lainnya " ungkap Tina yang tidak mau kalah.
" Tidak !! kau tetap yang terhebat, tanpa melakukan apapun kau tetap
yang terhebat " jelas Dev.
" Kau merayuku ? " Tanya Tina. Dev menggeleng.
" Merayu mu ? hahahhaa sejak kapan aku pandai merayu mu " ledek Dev
sambil menatap lekat wajah Tina.
" Aaah ya sudahlah, setelah makan. aku ingin bercerita banyak padamu "
ungkap Tina.
" Baiklah " jawab Dev seraya melanjutkan makan malamnya.
Dev menatap lekat wajah Tina, meski sekilas tapi itu berhasil membuat
hati Dev sejuk, bagaimana tidak ? seiring berjalannya waktu, rasa
cinta mulai tumbuh dan mekar dihati Dev untuk seorang Tina si polisi
menyebalkan itu. Meski Dev belum bisa bahkan siap untuk mengungkapkan
cintanya tapi ia berjanji, malam ini juga ia akan mengutarakan
perasaan itu dan menjadikan Tina sebagai istri yang seutuhnya.
End
Comments
Post a Comment